Sep 18, 2021 13:37 Asia/Jakarta
  • Truk pengangkut bahan bakar Iran tiba di Lebanon dari Suriah.
    Truk pengangkut bahan bakar Iran tiba di Lebanon dari Suriah.

Transformasi Asia Barat diwarnai oleh berbagai isu di antaranya, konvoi kedua truk BBM Iran tiba di Lebanon. Israel menghabiskan biaya besar untuk mencari tahanan Palestina yang kabur.

Isu lain dari Asia Barat adalah rencana penarikan pasukan Amerika Serikat dari Irak. UEA menyerahkan data jutaan warga asing yang tinggal di negara itu ke Israel. Al Hashd Al Shaabi menggagalkan rencana serangan teror terhadap acara pawai Arbain.

Konvoi Kedua Truk Bahan Bakar Iran Masuki Wilayah Lebanon

Konvoi truk pengangkut bahan bakar dari Iran untuk Lebanon, Sabtu (18/9/2021) dini hari sudah melewati perbatasan Suriah. Stasiun televisi Al Mayadeen melaporkan, konvoi kedua truk pengangkut bahan bakar Iran sudah melewati perbatasan Suriah, dan sedang menuju ke arah Lebanon.

Akibat sanksi Amerika Serikat, sejak 1,5 tahun lalu, Lebanon mengalami krisis ekonomi yang cukup parah, salah satunya ditandai dengan kelangkaan bahan bakar. Untuk membantu mengurangi tekanan terhadap rakyat Lebanon dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar, Hizbullah membeli bahan bakar dari Iran. Konvoi truk bahan bakar Iran pertama sudah sampai di Lebanon, hari Kamis lalu.

Seorang pejabat senior militer rezim Zionis Israel secara implisit mengakui bahwa Israel memilih untuk tidak mengalangi pengiriman bahan bakar Iran ke Lebanon, karena menghindari konfrontasi langsung dengan Iran di laut, dan mencegah serangan rudal Hizbullah.

Meski mengaku khawatir soal impor bahan bakar dari Iran oleh Lebanon, dan berusaha mengubah masalah ini menjadi masalah keamanan, namun Israel nampaknya tidak berani menyerang konvoi bahan bahan bakar Iran untuk Lebanon.

Situs Times of Israel, Jumat (17/9/2021) melaporkan, seorang pejabat senior militer Israel yang tidak mau diungkap identitasnya kepada Channel 12 TV Israel mengklaim, Tel Aviv tidak mau melakukan hal ini karena serangan langsung terhadap ekonomi Lebanon akan memicu protes rakyat negara ini, dan masyarakat internasional.

Lubang yang digali oleh tahanan Palestina untuk keluar dari penjara Gilboa.

Cari Tahanan Palestina, Israel Habiskan Puluhan Juta Dolar

Rezim Zionis Israel telah menghabiskan biaya 31 juta dolar akibat pengerahan ribuan pasukan untuk mencari tahanan Palestina yang kabur dari penjara Gilboa.

Biaya tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena dua tahanan Palestina masih buron, menurut situs Israel, Mako, Jumat (17/9/2021). Dana operasional harian untuk mencari dua tahanan tersebut diperkirakan antara 10 hingga 20 juta shekel (mata uang rezim Zionis). Operasi pencarian yang melibatkan ribuan personel polisi dan militer Israel telah menelan biaya 100 juta shekel (sekitar 31 juta dolar).

Enam tahanan Palestina pada 6 September lalu berhasil melarikan diri dari penjara Gilboa di utara Palestina pendudukan melalui sebuah lubang yang mereka gali. Israel kemudian menerjunkan ribuan pasukan untuk mencari mereka dan sejauh ini telah menemukan empat orang. Pasukan rezim Zionis masih melakukan operasi pencarian untuk menangkap dua tahanan lagi.

Saat ini, sekitar 4.700 warga Palestina ditahan di penjara Israel yang mencakup 250 anak-anak dan 47 orang perempuan.

Pasukan Amerika Serikat di Irak.

Pasukan AS Ditarik Bertahap dari Irak

Seorang anggota parlemen Irak di Komisi Pertahanan dan Keamanan mengatakan pasukan Amerika Serikat akan meninggalkan Irak mulai bulan depan.

Badr al-Zaidi, seperti dilansir IRNA, Kamis (16/9/2021), menambahkan penarikan pasukan AS dari Irak mengacu pada kesepakatan Baghdad-Washington dan dilakukan secara bertahap. "Hingga 1 Januari 2022, tidak ada pasukan Amerika yang tersisa di Irak," ujarnya.

Mengenai operasi militer AS di Irak, al-Zaidi menjelaskan Amerika, sebagai anggota koalisi internasional anti-Daesh, akan melanjutkan serangan udaranya di Irak serta melatih dan memberi nasihat kepada pasukan Irak.

"Saat ini ada sekitar 2.500 tentara AS di Irak. Tidak jelas berapa banyak dari mereka akan tetap berada di Irak untuk melatih dan memberi nasihat kepada pasukan kami," ucapnya. Dia mengatakan peralatan militer AS akan ditransfer dari Irak ke pangkalannya di negara-negara Arab lainnya.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi dan Presiden Joe Biden, seluruh pasukan Amerika akan meninggalkan Irak pada 31 Desember 2021.

Pasukan pendudukan AS telah ditempatkan di Irak sejak 2003. Rakyat dan kelompok-kelompok di Irak telah berulang kali menyerukan penarikan pasukan AS dari negara mereka. Parlemen Irak juga telah menyetujui rencana penarikan pasukan AS dari negara Arab itu.

UEA Serahkan Data 9 Juta Warga Asing Mukim Negara Itu ke Israel

Sebuah dokumen resmi pemerintah Uni Emirat Arab, UEA menunjukkan lebih dari sembilan juta data warga asing mukim negara itu diserahkan ke rezim Zionis Israel. Situs Mejhar Al Jazeera, Selasa (14/9/2021) melaporkan, Kementerian Luar Negeri UEA menyerahkan data 9.405.840 warga asing mukim negara itu disertai surat resmi bertandatangan Hamad Matar Al Shamsi, Dirjen urusan diplomatik.

Dalam surat itu disebutkan, data ini dikirimkan ke Israel untuk menindaklanjuti surat-surat dan kesepakatan sebelumnya terkait kerja sama menjaga keamanan eksibisi internasional Expo 2020 yang rencananya diselenggarakan Oktober 2021 di UEA.

Data warga asing itu mencakup nama, foto pribadi, kewarganegaraan, fotokopi paspor, nomor telepon, dan alamat mereka. Surat tersebut juga mengatakan bahwa berdasarkan kesepakatan yang sudah ditandatangani UEA dan Israel, informasi-informasi ini sangat rahasia, dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Pasukan Hashd Al Shaabi Irak.

Al Hashd Al Shaabi Gagalkan Plot Teror Arbain Imam Husein

Gerakan relawan rakyat Irak, Al Hashd Al Shaabi mengumumkan keberhasilannya menggagalkan plot serangan teroris yang disiapkan untuk menyerang para peziarah Arbain Imam Husein.

Pusat informasi Al Hashd Al Shaabi hari Selasa (14/9/2021) melaporkan, pasukan intelijennya berhasil menghancurkan jaringan teroris yang berafiliasi dengan Daesh, yang menargetkan peziarah peringatan Arbain Imam Husein  di wilayah selatan Baghdad.

Yasser Hussein, salah satu komandan Al Hashd Al Shaabi baru-baru ini mengumumkan bahwa pihaknya akan terus beroperasi sampai peziarah terakhir kembali dari Karbala.

Tanggal dua puluh Safar 1443 H yang bertepatan dengan 27 September 2021, diperingati sebagai hari keempat puluh kesyahidan Imam Husein bersama para sahabat setianya di Karbala. Jutaan peziarah dari seluruh penjuru dunia memasuki kota Karbala di wilayah selatan Irak pada hari itu untuk menghadiri upacara Arbain Imam Husein. (RM)

Tags