Okt 23, 2021 10:54 Asia/Jakarta
  • Kapal selam nuklir, ilustrasi
    Kapal selam nuklir, ilustrasi

Pemerintah Cina berharap ASEAN mengambil sikap tegas untuk menolak kesepakatan AUKUS.

Duta Besar Cina untuk ASEAN, Deng Xijun, berharap negara anggota blok tersebut menolak kesepakatan kapal selam nuklir antara Amerika Serikat, Australia, dan Inggris atau AUKUS.

"Saya percaya negara kawasan (ASEAN) memiliki alasan masing-masing untuk menolak langkah Amerika Serikat," kata Xijun dalam acara ASEAN-China Survey 2021, Jumat (22/10).

Xijun kemudian mengatakan bahwa dengan AUKUS ini, AS mengganggu kesepakatan proliferasi nuklir di kawasan. Ia pun menganggap AUKUS ini sangat merusak keamanan regional.

 

 

Kesepakatan AUKUS

 

Malaysia menyerukan supaya negara-negara Asia Tenggara kompak untuk menanggapi kemitraan keamanan AUKUS yang terjalin antara Australia, Amerika Serikat, dan Inggris.

Reuters melaporkan, Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein menyampaikan masalah ini pada Selasa (12/10) sebelum pertemuan dengan perwakilan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang dijadwalkan akan digelar bulan depan.

"Permainan akhir kami seperti biasa adalah memastikan stabilitas kawasan, terlepas dari keseimbangan kekuatan (antara) AS atau Cina," kata Hussein.

"Pemahaman di ASEAN akan membantu kita dalam menghadapi dua kekuatan besar ini," tegasnya.

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyampaikan kekhawatiran bahwa AUKUS dapat memprovokasi kekuatan lain untuk bertindak lebih agresif, terutama di Laut Cina Selatan.

 

PM Malaysia, Ismail Sabri Yaakob

 

Sejumlah negara di ASEAN, terutama Malaysia dan Indonesia mengkhawatirkan kerja sama trilateral AUKUS antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.

Beberapa negara ASEAN menilai langkah ini akan menyulut perlombaan senjata antara Cina dan ketiga negara yang akan berpotensi memanaskan suhu konflik di kawasan.

Sebelum Malaysia, Indonesia menjadi negara pertama di kawasan ASEAN yang mengkritik kerja sama AUKUS.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengkhawatirkan eskalasi tensi ketegangan di kawasan Indo-Pasifik menyusul rencana pembangunan kapal selam bertenaga nuklir oleh Australia.

 

Menlu Indonesia, Retno Marsudi 

 

Sementara itu, Pemerintah Filipina memandang langkah AS mendukung Australia di bidang kapal selam nuklir akan menjaga keseimbangan di kawasan dalam menghadapi Cina.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin dalam sebuah pernyataan hari Rabu (22/9/2021) mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan kapasitas Australia tidak hanya tidak menyebabkan ketidakstabilan di kawasan, tetapi juga dapat mengarah pada pemulihan dan pemeliharaan keseimbangan di kawasan.

Menteri luar negeri Filipina berpendapat bahwa pakta keamanan AS, Inggris dan Australia, yang dikenal sebagai Pakta AUKUS, tidak akan melanggar perjanjian 1995 untuk membersihkan Asia Tenggara dari senjata nuklir.

Pejabat Departemen Pertahanan AS pada Rabu, 15 September 2021 menandatangani perjanjian dengan rekan-rekan Inggris mereka untuk menyediakan kapal selam nuklir bagi Australia yang membuat marah banyak negara di dunia, termasuk Prancis.(PH)

 

 

Tags