Nov 11, 2019 11:53 Asia/Jakarta
  • Sergei Ryabkov
    Sergei Ryabkov

Rusia dan Cina, sebagai anggota spektrum timur kelompok 4 + 1 selalu menekankan pentingnya mempertahankan Perjanjian Nuklir JCPOA dan menghormati ketentuan-ketentuan perjanjian. Posisi ini kembali ditekankan oleh Moskow dan Beijing pada pertemuan khusus JCPOA yang berlangsung Sabtu, 9 November 2019, di sela-sela Konferensi Nonproliferasi Moskow.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov bersama dengan Dirjen Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri Cina Fu Cong, dan Deputi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Ryabkov dalam pertemuan tersebut mengkritik keras keluarnya AS dari JCPOA dan menegaskan bahwa "Semua orang di dunia, kecuali Amerika Serikat dan Trump, memahami pentingnya JCPOA,". 

Semua anggota kelompok 4 +1, bahkan pihak Eropa percaya bahwa Washington telah keluar secara sepihak dan ilegal dari perjanjian yang diakui  Resolusi Dewan Keamanan PBB no.2231. Masalah penting yang diangkat oleh pejabat senior Rusia ini mengenai penekanan pada pengembangan hubungan komprehensif antara Rusia dengan Iran.  Ryabkov mengatakan, "Kami berkomitmen tidak hanya untuk bekerja sama dan berkoordinasi dengan Iran di semua bidang, tetapi juga untuk mengembangkan dan memperdalam hubungan tersebut,".

Posisi ini menunjukkan pentingnya Iran sebagai aktor regional dan internasional yang penting, sehingga kekuatan internasional seperti Rusia dan Cina terus mempertahankan hubungannya dengan Iran dan bahkan berupaya memperluas hubungan tersebut meskipun menghadapi tekanan masif dari AS.

 

Moskow meyakini sejak Resolusi 2231 mengenai JCPOA dikeluarkan Dewan Keamanan PBB, langkah Amerika Serikat keluar dari perjanjian internasional itu sebagai tindakan ilegal, yang tidak hanya pelanggaran serius dan nyata, tetapi juga memaksa negara lain untuk mematuhinya.

AS telah melanggar perjanjian tersebut, sementara Iran telah berkomitmen penuh untuk menjalankan komitmennya hingga setahun setelah Amerika Serikat mundur dari JCPOA. Dengan dasar ini, posisi Rusia sebagai anggota kelompok 4 + 1 menekankan perlunya melestarikan JCPOA serta tindakan serius dan efektif dari mitra Eropa, Uni Eropa dan Troika Eropa, termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris.

Sikap Rusia tersebut juga didukung oleh anggota lain dari kubu Timur JCPOA, Cina. Dalam hal ini, Fu Cong membela langkah keempat Iran dalam mengurangi kewajiban nuklirnya, dengan menekankan peran negatif Amerika Serikat dan legitimasi Iran. "

"Akar dari ketegangan saat ini dalam masalah program nuklir Iran terletak pada kebijakan tekanan maksimum AS. Kini yang terjadi saat ini disebabkan AS dengan aksi unilateralnya menjatuhkan sanksi terhadap Iran, dan hasilnya Iran pun mengambil keputusan untuk mengurangi tingkat komitmennya terhadap JCPOA sebab tidak mendapatkan manfaat ekonomi darinya. Selian itu langkah Iran ini tidak mengancam sistem nonproliferasi. Iran juga tetap mematuhi komitmennya terhadap NPT dan berulangkali menegaskan siap kembali jika mendapatkan manfaat dari JCPOA,".  

Rusia dan Cina meyakini perlunya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam JCPOA, sementara pihak Barat, termasuk Eropa dan Amerika Serikat yang telah menarik diri dari perjanjian nuklir internasional itu, selalu menekankan perlunya untuk terus memaksa Iran memenuhi komitmennya terhadap JCPOA. Tapi mereka sendiri tidak bersedia untuk memenuhi kewajibannya.

Dari perspektif Moskow dan Beijing, JCPOA memiliki peran penting dalam menjaga keamanan regional dan internasional, dan keruntuhannya dapat menimbulkan tantangan besar, terutama bagi Asia Barat.(PH)

Tags

Komentar