May 20, 2020 18:23 Asia/Jakarta
  • Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus
    Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus

Dinamika Asia Tenggara selama beberapa hari terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai dukungan Indonesia terhadap Resolusi Majelis Umum Kesehatan Dunia mengenai Covid-19.

Selain itu, pernyataan mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad bahwa AS menual jet tempur F-16 cacat ke Malaysia, sebanyak 160 anggota paspampres Filipina positif corona dan 191 kasus corona baru di Myanmar.  

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

 

Indonesia Dukung Resolusi WHA mengenai Covid-19.

Indonesia mendukung evaluasi penanganan pandemi Covid-19 melalui resolusi yang disahkan dalam pertemuan Majelis Umum Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) ke-73.

Sebagai sponsor bersama, Indonesia menilai resolusi tersebut merupakan keputusan strategis dan bagian dari upaya nyata diplomasi RI guna membangun solidaritas dan kesatuan penanganan Covid-19.

Wakil Tetap RI untuk PBB dan Organisasi Internasional Lain di Jenewa Hasan Kleib, Selasa (19/5/2020) mengatakan dari sisi substansi, sejumlah perhatian yang Indonesia majukan secara umum telah diakomodir di dalam dokumen ini, seperti memastikan adanya akses dari medical products untuk Covid-19 secara berkeadilan dan terjangkau bagi semua negara, terutama negara berkembang dan least developed countries.

Substansi ini memberikan dasar lebih kuat bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya untuk realisasi akses berkeadilan dan terjangkau terhadap produk medis: vaksin, obat dan alat perawatan Covid-19. Hal ini baik melalui penelitian bersama ataupun peningkatan produksi (scaling up) untuk vaksin yang juga nantinya dapat diproduksi di Indonesia.

Hal lain yang diatur dalam resolusi ini adalah dukungan konsensus negara-negara anggota, termasuk Indonesia, untuk WHO melakukan evaluasi mandiri atas penanganan Covid-10. Dirjen WHO menyambut baik evaluasi ini dan menegaskan telah menjadi bagian kultur kerja organisasi pascapenanganan wabah dan pandemi.

Proses evaluasi ini juga ditujukan untuk perbaikan upaya global dalam pencegahan, kesiapsiagaan, dan perbaikan kapasitas penanganan pandemi atau krisis kesehatan global di masa mendatang.

Pesan umum yang disampaikan oleh delegasi negara, Dirjen WHO, serta Badan PBB dan organisasi internasional lainnya dalam persidangan WHA ke-73 adalah seruan untuk solidaritas dan kesatuan penanganan Covid-19.

Solidaritas ini menjadi kunci keberhasilan kerja sama multilateral dalam mendukung otoritas kesehatan nasional, pihak swasta, dan aktor global lainnya dalam melawan Covid-19.

Resolusi Covid-19 diusulkan oleh Uni Eropa dan sejauh ini telah didukung oleh 135 negara, di antaranya China, Australia, Brazil, Rusia, Jepang, Korea Selatan, dan kelompok negara Afrika.

 

Mahathir Mohamad

 

Mahathir: AS Jual Jet Tempur F-16 Cacat ke Malaysia

Mantan perdana menteri Malaysia mengungkap perilaku buruk Amerika Serikat yang menjual jet tempur F-16 tanpa kode dasar, dan program lengkap ke negaranya. Menurutnya, Amerika melakukan hal ini kepada semua negara dunia kecuali rezim Zionis Israel.

Mahathir Mohamad dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Jazeera, Qatar mengatakan, Malaysia menyadari bahwa jet tempur F-16 yang dibelinya dari Amerika, tidak memiliki kode dasar, dan program yang lengkap, sehingga negara ini tidak bisa menggunakan secara optimal seluruh fasilitas jet tempur itu termasuk kemampuan menyerang.

Mahathir menambahkan, bagi kami jelas bahwa jika kami ingin memanfaatkan kemampuan menyerang jet tempur ini, maka kami harus kembali ke Amerika, sehingga para ahli negara itu memasang programnya, ini artinya ada biaya tambahan untuk jet tempur tersebut, maka dari itu fasilitas tempur jet tempur F-16 bisa digunakan dengan syarat Amerika.

Menurut mantan PM Malaysia, oleh karenanya Kuala Lumpur menyadari bahwa jet tempur F-16 yang dibeli dari Amerika hanya bisa digunakan untuk manuver militer semata. Amerika memperlakukan semua negara seperti ini, tapi tidak dengan Israel.

 

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

 

160 Anggota Paspampres Filipina Positif Corona

Sekitar 160 anggota pasukan pengamanan presiden (PSG) Filipina, Rodrigo Duterte, dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Komandan PSG, Jesus Durante III mengonfirmasi 160 anggotanya dinyatakan terinfeksi corona setelah melalui rapid test pada Selasa (19/5). Sementara satu orang lainnya dinyatakan positif setelah menjalani tes PCR (polymerase chain reaction). Meskipun demikian, Durante memastikan Duterte tidak ada kontak dengan anggota paspamres yang positif Covid-19.

Durante memastikan semua anggota paspampres yang dinyatakan terinfeksi corona saat ini telah menjalani karantina selama 14 hari.

Pihak Istana Kepresidenan Fili[ima mengatakan selama akhir pekan Duterte berada di Davao bersama keluarganya, setelah Manila dan enam provinsi lainnya masih dalam tahap penguncian wilayah (lockdown).

Juru bicara istana, Harry Roque mengatakan Duterte tiba di Istana Kepresidenan Malacanang pada Senin (18/5) malam. Duterte diagendakan melakukan rapat dengan Satuan Tugas Antar-lembaga untuk membahas penanganan corona pada Selasa.

Data statistik John Hopkins University mencatat saat ini ada 12.718 kasus corona di Filipina. Sekitar 837 orang meninggal dan 2.729 pasien dinyatakan sembuh.

 

tes Covid-19

 

Dua Bulan, 191 Kasus Corona Baru di Myanmar  

Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar melaporkan infeksi virus corona hingga Selasa (19/5) mencapai 191 kasus. Sekitar tiga kasus baru di antaranya dilaporkan bertambah dalam tempo sehari terakhir.

Xinhua melaporkan, pihak kementerian mencatat dua pasien yang terinfeksi virus diketahui berasal dari negara bagian Kayin dan Thanintharyi. Semua pasien positif corona saat ini dalam proses karantina selama 14 hari.

Dilaporkan 101 pasien yang sempat terinfeksi corona saat ini telah sembuh. Sementara angka kematian akibat corona sebanyak enam orang.

Dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, Laos dan Myanmar menjadi negara yang baru melaporkan adanya infeksi corona dalam tempo dua bulan terakhir. Pada 23 Maret lalu Kemenkes Myanmar mengonfirmasi dua kasus infeksi corona pertama.

Kedua pasien pertama yang terinfeksi corona diketahui sebagai seorang pria yang baru kembali dari Amerika Serikat dan satu laki-laki yang pulang dari Inggris.

"Kami akan menginvestigasi semua orang yang berhubungan dekat dengan kedua pria ini," demikian pernyataan Kemenkes Myanmar dilansir AFP.

Pengumuman itu langsung memicu kepanikan warga yang segera menyerbu supermarket di Yangon, padahal daerah itu sebelumnya sangat tenang.

Sejumlah pihak sempat meragukan klaim Myanmar yang sama sekali nihil laporan kasus corona. Terlebih letak geografis Myanmar yang berbatasan langsung dengan China dan sanitasi di negara itu juga belum berkembang.(PH)

 

Tags

Komentar