Aug 14, 2020 18:31 Asia/Jakarta
  • Perairan Laut Cina Selatan
    Perairan Laut Cina Selatan

Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai seruan Indonesia kepada semua pihak yang berkonflik di Laut Cina Selatan supaya menurunkan tensi ketegangan.

Selain itu, Jokowi optimis Indonesia bisa mengatasi masalah akibat Covid-19, mantan menteri keuangan Malaysia didakwa korupsi, Filipina menolak bergabung dalam latihan perang dengan AS di Laut Cina Selatan dan Presiden Filipina mengakui vaksin virus corona Rusia.

 

Menlu Indonesia, Retno Marsudi

 

Indonesia Serukan Penurunan Ketegangan di Laut Cina Selatan

Kementerian luar negeri Republik Indonesia menyerukan semua pihak yang terlibat konflik di kawasan Laut Cina selatan untuk menurunkan tensi ketegangan, karena tidak ada pihak manapun yang diuntungkan.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam percakapan via telpon dengan sejawatnya dari AS, Mike Pompeo baru-baru ini. Retno menekankan kembali kepada Pompeo terkait posisi Indonesia yang ingin terus menjaga agar perairan tersebut tetap stabil dan damai.

Retno juga menegaskan kepada seluruh pihak untuk menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi Hukum Kelautan PBB (UNCLOS) 1982.

Masalah ini kembali disampaikan Menlu Indonesia dalam jumpa pers virtual pada Jumat (7/8) menyikapi eskalasi ketegangan antara AS dan China terus meningkat di Laut Cina Selatan.

Kedua negara ini terus berlomba mengerahkan pesawat dan kapal militernya ke Laut Cina Selatan baik untuk patroli maupun menggelar latihan.

Pengerahan armada militer ke Laut Cina Selatan dilakukan Cina sebagai penegasan atas klaim historisnya terhadap hampir 90 persen wilayah perairan tersebut.

Klaim sepihak Cina tersebut tumpang tindih dengan wilayah maritim sejumlah negara Asia Tenggara hingga Taiwan dan menjadikan Laut Cina Selatan sebagai perairan rawan konflik terbuka.

Sementara itu, meski tak memiliki sengketa wilayah di Laut Cina Selatan, AS terus menentang klaim historis Cina di perairan itu yang dipandang Washington sebagai wilayah internasional yang sah dilewati oleh siapa saja.

 

Presiden Indonesia, Joko Widodo

 

Jokowi Optimis Indonesia Bisa Atasi Persoalan Akibat COVID-19

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memuji semangat gotong royong dan inovasi yang ditunjukkan anak bangsa Indonesia untuk membantu negara dalam melawan dampak pandemi virus Corona.

Menurutnya, keadaan pandemi ini memang sulit. Namun, dia bersyukur keadaan sulit itu justru menumbuhkan semangat gotong royong, saling membantu, dan saling berbagi beban antar berbagai elemen masyarakat.

"Kami bersyukur muncul berbagai inovasi dari anak-anak bangsa untuk menciptakan berbagai produk di bidang kesehatan yang sebelumnya lebih banyak kami impor," kata Joko Widodo (Jokowi) secara virtual dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (8/8/2020).

Presiden mengakui bahwa tidak ada satupun negara yang siap dalam menghadapi krisis seperti ini. Lebih dari 18 juta penduduk dunia terinfeksi COVID-19 dengan 696 ribu kematian. Selain itu, pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia juga mengalami kontraksi yang dalam.

Jokowi mengatakan, deberapa di antara yang cukup tinggi antara lain Perancis dengan minus 19 persen, India minus 18,9 persen, Inggris minus 17,9 persen, Uni Eropa minus 14,4 persen dan lain sebagainya.

Selain itu, lanjut Jokowi, IMF memprediksi bahwa perekonomian dunia akan mengalami krisis keuangan terburuk sejak depresi besar di tahun 1930.

Namun, Presiden mengajak anak bangsa untuk terus optimistis bahwa bangsa Indonesia pasti bisa mengatasi persoalan tersebut sendiri. Sebab, bangsa Indonesia adalah bangsa Pejuang.

Penularan virus corona yang masih terjadi di masyarakat membuat jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terus bertambah hingga hari ini, Sabtu (8/8/2020).

Penambahan kasus baru kembali terjadi dalam jumlah tinggi, meskipun pandemi COVID-19 di Indonesia sudah berjalan lebih dari lima bulan.

Data pemerintah yang masuk hingga Sabtu pukul 12.00 WIB memperlihatkan ada 2.277 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan total kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 123.503 orang, terhitung sejak pasien pertama terinfeksi Virus Corona diumumkan pada 2 Maret 2020.

 

 

Lim Guan Eng

 

Mantan Menkeu Malaysia Didakwa Korupsi

Mantan Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng memberikan perbelaan diri dan mengklaim tidak bersalah atas tuduhan kasus korupsi proyek konstruksi terowongan bawah laut yang melilitnya.

Sebelumnya, Lim Guan Eng didakwa terlibat korupsi proyek konstruksi terowongan senilai 1,5 miliar dolar dalam persidangan di Pengadilan Kuala Lumpur, Jumat (7/8).

Sehari sebelum sidang dakwaan, Lim ditangkap oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) pada Kamis malam.

Ia dituduh terlibat korupsi proyek pembangunan terowongan bawah laut di negara bagian Penang. Proyek tersebut dipimpin Lim sebelum menjabat sebagai menteri keuangan dari 2008 hingga 2018.

Berdasarkan dokumen dakwaan, Lim diduga menerima suap dari seorang pengusaha agar perusahaannya menjadi pemenang tender proyek tersebut.

 

 

Menhan Filipina, Delfin Lorenzana

 

Filipina Tolak Gabung Latihan Perang dengan AS di Laut Cina Selatan

Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana menekankan bahwa Manila tidak akan berpartisipasi dalam Latihan Angkatan Laut AS.

Menhan Filipina hari Rabu (12/8/2020) mengatakan bahwa Filipina tidak akan berpartisipasi dalam manuver militer angkatan laut AS di Laut Cina Selatan kecuali di perairan teritorialnya, karena langkah tersebut akan meningkatkan ketegangan di kawasan.

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menolak keterlibatan militer negaranya dalam latihan perang gabungan dengan  AS di Laut China Selatan, dengan mengatakan negaranya hanya akan ambil bagian dalam latihan hingga 12 mil di perairan nasional Filipina.

Penentangan Filipina terhadap manuver militer angkatan laut AS di perairan Laut Cina Selatan yang disengketakan terjadi di saat Washington berupaya meningkatkan ketegangan dengan Beijing.

 

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

 

Presiden Filipina Akui Vaksin Corona Rusia

Presiden Filipina berharap banyak pada kinerja vaksin Corona buatan Rusia dan mengatakan, saya sangat percaya pada penelitian yang dilakukan Moskow untuk memproduksi vaksin Corona, dan saya siap menjadi relawan untuk disuntik vaksin tersebut.

Rodrigo Duterte mengungkapkan bahwa penelitian Rusia untuk memproduksi vaksin Corona sangat bisa dipercaya. Ia menjelaskan, saya katakan kepada Presiden Rusia saya percaya kepada penelitian Anda untuk melawan Covid-19.

Presiden Filipina menegaskan dia bisa menjadi orang pertama yang diuji coba vaksin buatan Rusia tersebut. (PH)

 

 

 

 

Tags

Komentar