Nov 01, 2020 23:54 Asia/Jakarta
  • Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia
    Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia

Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai kecaman yang disampaikan para pemimpin negara Muslim di Asia tenggara, terutama Indonesia dan Malaysia terhadap statemen terbaru Presiden Prancis yang mendukung penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw di negaranya.

Selain itu, masalah siapapun pemenang pilpres AS tidak akan mempengaruhi diplomasi Indonesia, Mahathir menyatakan bahwa Muslim berhak marah, dan menghukum Prancis, usulan darurat nasional yang disampaikan Perdana Menteri Malaysia ditolak Raja, dan Filipina dihantam topan Goni yang menewaskan setidaknya empat orang.

 

Presiden Prancis, Emmanuel Macron

 

Jokowi Kecam Pernyataan Macron Hina Islam

Presiden Joko Widodo mengecam penyataan dari Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam. Jokowi menyebut penyataan Macron telah melukai perasaan umat Islam seluruh dunia.

"Indonesia juga mengecam keras pernyataan presiden Perancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," kata Jokowi melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (31/10/2020).

Jokowi menilai penyataan Macron itu bisa memecah belah persatuan antarumat beragama. Padahal, menurut Jokowi, saat ini seluruh dunia memerlukan persatuan untuk menangani pandemi COVID-19.

"Bisa memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19," sebutnya.

Presiden negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini menegaskan kebebasan berekspresi yang mencederi kesucian dan kesakralan simbol agama tidak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, Jokowi mengatakan hal tersebut harus dihentikan.

"Harus dihentikan," tegas Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah RI mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina Islam. Pernyataan Macron itu dianggap melukai perasaan sekitar dua miliar muslim di seluruh dunia.

 

Presiden RI, Joko Widodo

 

SBY: Pemenang Pilpres AS Tidak akan Pengaruhi Diplomasi Indonesia

Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yang lebih dikenal dengan SBY menilai hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat tidak akan terpengaruh siapapun yang akan memenangkan pemilu AS pada 3 November mendatang.

"Hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat tidak semata-mata ditentukan oleh dari mana presidennya, Partai Demokrat atau Partai Republik," kata SBY di akun Facebook resminya, Jumat (30/10).

Jelang pilpres AS, SBY mengamati situasi di negara ini yang semakin panas. Selain kasus infeksi virus corona AS yang terus meningkat, masyarakatnya pun terbelah antara kubu Trump dan kubu Biden.

 

Biden dan Trump

 

Pertentangan pendapat mengenai pilpres AS juga dia temukan di Indonesia. Ia melihat ada sebagian yang menginginkan Trump kembali menjabat sebagai presiden.

Alasannya, karena dari Partai Republik, Trump dianggap tidak akan ikut campur urusan dalam negeri Indonesia, tidak ikut mempersoalkan isu hak asasi manusia juga isu perubahan iklim.

Ada juga yang berpendapat Trump bakal membawa hubungan ekonomi maupun bisnis lebih hidup. Sebaliknya, ada juga pihak yang lebih mendukung Biden.

Tapi, SBY memandang tidak ada yang mutlak salah atau benar dari pandangan terhadap kedua kubu.

Dalam tulisan yang dibacakan oleh politikus Partai Demokrat Ossy Dermawan, SBY bercerita hubungan kerja sama baik dengan George W. Bush dan Barack Obama. Kedua Presiden AS di dua periode berbeda ini berasal dari partai berbeda.

 

Mahathir Mohamad

 

Mahathir: Muslim Berhak Marah, dan Menghukum Prancis

Mantan perdana menteri Malaysia menyinggung beberapa kasus pembunuhan terbaru di Prancis dan mengatakan, umat Islam berhak untuk marah, dan menghukum Prancis.

Mahathir Mohamad mengaku percaya pada kebebasan berpendapat, tapi hal itu tidak boleh disalahgunakan untuk melecehkan orang lain.

Statemen mantan PM Malaysia dirilis untuk merespon serangan dengan senjata tajam pada hari Kamis (29/10) di dekat sebuah gereja di kota Nice, Prancis yang menewaskan tiga orang, dan melukai sejumlah lainnya.

Namun statemen yang ditulis di Twitter itu akhirnya dihapus karena dianggap melanggar aturan. Mahathir juga menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai orang yang sangat dangkal.

“Pemerintah Prancis harus mengajari warganya untuk menghormati perasaan orang lain. Karena mereka menyalahkan semua Musim dan mazhab Islam gara-gara tindakan seorang yang marah, umat Islam berhak menghukum Prancis. Boikot, tidak akan pernah bisa membayar perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan orang-orang Prancis selama bertahun-tahun,” pungkasnya.

 

PM Malaysia, Muhyidin Yassin

 

Usulan Darurat Nasional Perdana Menteri Malaysia Ditolak Raja

Raja-Raja Melayu yang melakukan pertemuan dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah menolak usulan darurat nasional yang disampaikan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyidin Yassin.

"Al-Sultan Abdullah berpendapat tiada keperluan sekarang ini untuk menyatakan darurat di negara ini atau di negara bagian manapun," ujar juru bicara Istana Negara, Dato’ Indera Ahmad Fadil Shamsuddin di Kuala Lumpur, Minggu.

Yang di-Pertuan Agong telah menyaring permohonan yang telah disampaikan oleh Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin di di Istana Abdul Aziz, Kuantan, Pahang, pada Jumat lalu (23/10).

Permohonan tersebut ialah pelaksanaan Perkara Darurat Pasal 150(1) dan Pernyataan Peraturan Darurat 2020 menurut Pasal 150(2B) Undang-Undang Persekutuan untuk memerangi ancaman wabah COVID-19 di negara ini.

"Sultan Abdullah merasakan pemerintah telah berhasil menangani wabak ini dengan baik dan berdampak. Baginda amat mempercayai pemerintah di perdana menteri untuk terus melaksanakan dasar dan tindakan penegakan membendung wabah COVID-19," katanya.

Dia juga mengingatkan anggota-anggota partai politik untuk menghentikan segala "politicking" yang menggangu kestabilan pemerintahan.

"Sultan Abdullah berpendapat tida anggota parlemen meneruskan tindakan tidak bertanggungjawab yang bisa mengganggu kestabilan pemerintah," katanya.

Sultan Abdullah berpendapat bahwa RAPBN 2021 yang akan dibentangkan di sidang parlimen adalah amat penting untuk rakyat dalam menangani wabah COVID-19 dan memulihkan ekonomi negara.

 

Raja Malaysia

 

Filipina Dihantam Topan Goni, Empat Orang Tewas

Setidaknya, empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam bencana topan Goni yang menghantam Filipina, Minggu (1/11) pagi waktu setempat.

Gubernur Al Francis Bichara mengatakan, keempat korban tersebut ditemukan meninggal dunia di provinsi Albay, yang menjadi salah satu wilayah terdampak topan Goni.

"Dua korban meninggal karena tenggelam. Satu korban meninggal akibat tersapu lumpur, yang terakhir tewas karena tertimpa pohon tumbang," ujar Bichara, melansir AFP.

Tak hanya itu, atap lantai dua salah satu pusat evakuasi di kawasan tersebut juga robek terhantam angin. Warga yang dievakuasi terpaksa dipindahkan ke lantai dasar. 

Sejauh ini, sebanyak 346.993 orang telah dievakuasi dari rumah mereka. Sementara di Manila, pemerintah telah mengevakuasi penduduk dari daerah kumuh di dataran rendah yang berisiko terkena banjir. Bandara juga telah ditutup saat topan mendekat.

Goni menjadi badai topan terkuat yang menghantam Pulau Catanduanes. Topan Goni menghantam kawasan tersebut pada pukul 4.50 pagi waktu setempat, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 225 km/jam. Embusan angin yang kencang tak pelak merubuhkan atap, menumbangkan pohon, dan memicu banjir bandang.

Goni datang menghantam setelah sebelumnya Filipina diguncang oleh topan Molave yang menewaskan 22 orang di antaranya.(PH)

 

Tags