Des 12, 2020 15:55 Asia/Jakarta
  • kunjungan Menlu Suriah ke Iran
    kunjungan Menlu Suriah ke Iran

Sejumlah peristiwa penting yang terjadi di Iran dalam sepekan terakhir di antaranya, kunjungan Menlu baru Suriah ke Tehran, kunjungan menlu Azerbaijan ke Iran, IAEA bocorkan informasi nuklir Iran, dan peresmian rel kereta api Khaf-Herat.

Kunjungan Menlu Baru Suriah ke Iran

Menteri Luar Negeri Suriah yang baru, Faisal Mekdad, Minggu (6/12/2020) berkunjung ke Tehran untuk bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Iran.

Menlu Suriah dalam pertemuan dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif, Senin (7/12/2020) memuji dukungan Iran kepada Suriah dalam melawan terorisme dan radikalisme. Mekdad mengisyaratkan langkah Amerika Serikat di kawasan yang berujung pada peningkatan ketegangan, dan menyebut langkah itu sebagai upaya mendahulukan kepentingan Israel dari kepentingan Washington sendiri di kawasan.

Selain itu, Mekdad juga menegaskan tekad pemerintah Damaskus melanjutkan perang melawan terorisme dan kerja sama kolektif dengan Republik Islam Iran di bidang ini. Dia menilai kerja sama ini sangat penting dan sebagai langkah utama untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Suriah.

Pada kesempatan tersebut, Mekdad juga menyampaikan ucapan belasungkawa Presiden Bashar al-Assad serta rakyat Suriah kepada rakyat dan pemerintah Iran atas gugurnya Mohsen Fakhrizadeh dan Letnan Jenderal Qasem Soleimani. Dalam pesannya, Assad mengharapkan rahmat Ilahi untuk dua syuhada ini.

Menlu Iran dan Suriah juga membahas berbagai isu bilateral, regional dan internasional, serta perang melawan terorisme.

Faisal Mekdad dalam kunjungan pertamanya sebagai Menlu Suriah, tiba di Tehran pada Minggu (6/12/2020). Selama lawatan ini, Menlu Suriah juga bertemu dengan petinggi Republik Islam lain guna membahas upaya pengokohan hubungan bilateral di berbagai bidang, serta perundingan seputar isu regional dan internasional.

Menlu Azerbaijan dan Presiden Iran

 

Kunjungan Menlu Azerbaijan ke Tehran

Iran pada hari Rabu (9/12/2020) juga kedatangan Menteri Luar Negeri Republik Azerbaijan, Jeyhun Bayramov bersama delegasi.

Hubungan Iran dan Azerbaijan pasca perang terbaru di wilayah Nagorno-Karabakh memasuki fase baru.

Seiring dengan berakhirnya perang Azerbaijan-Armenia, dan dibebaskannya sejumlah wilayah yang diduduki Armenia, oleh Azerbaijan, 132 kilometer dari 765 kilometer garis perbatasan Iran-Azerbaijan yang sebelumnya diduduki Armenia, kini lebih stabil dari sisi keamanan. 

Selain itu pada 18 Oktober 2020, dalam perang di Nagorno-Karabakh, Azerbaijan berhasil merebut kembali bendungan Khudaafarin yang diduduki pemerintah Republik Nagorno-Karabakh dukungan Armenia pada 1993.

Dengan demikian secara praktis proyek bersama Iran-Azerbaijan untuk membangun bendungan pembangkit tenaga listrik bertenaga air di Khodaafarin, dapat terealisasi. Di sisi lain, Iran juga menyatakan kesediaan merekonstruksi wilayah-wilayah yang berhasil direbut kembali oleh Azerbaijan dari Armenia.

Di wilayah-wilayah itu akan dilakukan proyek pembangunan jalan, perumahan, dan proyek rekonstruksi lain yang diperlukan. Presiden Azzerbaijan berulangkali menyampaikan terimakasih atas bantuan Iran, dan saat jembatan Khodaafarin dibebaskan, ia mengucapkan selamat kepada rakyat Azerbaijan dan Iran, ia menamai wilayah perbatasan Iran-Azerbaijan di Khodaafarin sebagai perbatasan persahabatan.

Mojtaba Zonnour

 

IAEA Bocorkan Informasi Nuklir Iran

Mojtaba Zonnour, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran pada hari Senin (07/12/2020), menanggapi bocornya laporan rahasia IAEA tentang Iran. Ia mengatakan, Badan Energi Atom Internasional, IAEA memberikan informasi Iran kepada musuh dan tidak menjaga amanat di berbagai tahap.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran itu menambahkan, Inspektur IAEA terkadang adalah mata-mata Barat yang memberikan informasi rahasia Iran kepada badan intelijen musuh dengan menyamar sebagai perwakilan IAEA.

Masalah ini juga disebutkan dalam pernyataan Kazem Gharibabadi, Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina beberapa hari lalu. Ia menyampaikan kekhawatiran tentang bagaimana faktor-faktor eksternal mempengaruhi IAEA.

Media-media Barat sebelumnya mempublikasikan berita yang seharusnya hanya terbatas dalam informasi IAEA dan menyatakan, Badan Energi Atom Internasional memberi tahu negara-negara anggota bahwa Iran telah memutuskan untuk memasang sentrifugal IR-2M yang lebih canggih di fasilitas nuklir Natanz.

Pada Pasal 7 Butir F, Statuta IAEA disebutkan, dalam melaksanakan tugasnya Direktur Jenderal dan staf tidak diperkenankan mencari atau menerima instruksi dari sumber eksternal manapun. Mereka harus menahan diri dari semua tindakan apapun yang mungkin tidak mencerminkan posisi mereka sebagai pejabat IAEA; tunduk pada tanggung jawab terhadap IAEA, dan tidak boleh mengungkapkan rahasia industri atau rahasia lainnya dari informasi yang diberikan kepada mereka dengan alasan sebagai petugas resmi IAEA. Setiap anggota berjanji untuk menghormati karakter internasional dari tanggung jawab Direktur Jenderal dan stafnya, dan menolak pengaruh luar dalam menjalankan tugasnya.

 

rel kereta Iran dan Afghanistan

 

Peresmian Rel Kereta Api Khaf-Herat

Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani pada hari Kamis (10/12/2020) meresmikan jalur kereta api Khaf-Herat. Keduanya menyebut koneksi jalur kereta api dua negara sebagai langkah berharga untuk lebih memperkuat hubungan dan kerja sama pemerintah Iran dan Afghanistan.

Menjelaskan pentingnya peresmian sebagian jalur kereta api Khaf-Herat dalam memperluas kerjasama bilateral, Presiden Republik Islam Iran mengatakan, "Hari ini akan dikenang sebagai salah satu hari bersejarah dalam hubungan antara dua bangsa besar Iran dan Afghanistan."

Peresmian jalur kereta api ini menunjukkan bahwa prioritas Republik Islam Iran adalah memperluas kerja sama dengan tetangganya, dan bahwa hubungan Iran-Afghanistan adalah contoh yang menonjol dari hubungan bertetangga yang baik di kawasan, dan akar dari hubungan ini semakin kuat setiap hari.

Pembukaan jalur kereta api Khaf-Herat, selain memainkan peran penting dalam stabilitas dan pembangunan Afghanistan, juga akan berperan sebagai salah satu koridor transit terpenting di kawasan.

Proyek rel kereta api tersebut akan memenuhi kebutuhan domestik Afghanistan untuk pembangunan ekonomi dan membuka jalan bagi negara tersebut untuk mengakses pasar sasaran lainnya, bahkan pasar Eropa.(HS)

Tags