Feb 27, 2021 10:36 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi bendera Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, dan Arab Saudi.
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, dan Arab Saudi.

Perkembangan di Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting seperti, upaya Arab Saudi mempercepat normalisasi hubungan dengan Israel, dan pertempuran di Yaman kian memanas.

Selain itu, AS tambah kekuatan di Suriah dengan tujuan pendudukan, dan Ammar Hakim meminta pemerintah Irak mencegah serangan ke Zona Hijau.

Arab Saudi Percepat Normalisasi dengan Israel

Pejabat Arab Saudi mempercepat upaya normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel karena khawatir beberapa kebijakan pemerintah baru Amerika Serikat terkait kawasan Asia Barat akan berubah.

KAN 11, Kamis (25/2/2021) melaporkan, baru-baru ini intensitas kontak antara pejabat senior Saudi dan Israel mengalami peningkatan, dan dalam kontak itu dibicarakan soal perubahan kebijakan pemerintah Presiden Joe Biden terkait kawasan Asia Barat. Sebelumnya televisi Israel ini juga mengabarkan dioperasikannya sebuah saluran komunikasi khusus Saudi dan Israel untuk meperlancar koordinasi terkait kebijakan-kebijakan Gedung Putih.

Menurut KAN 11 pejabat Saudi khawatir perhatian pemerintah Joe Biden akan terpusat pada kondisi hak asasi manusia di Saudi, dan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Sejak beberapa tahun lalu, secara tidak resmi Saudi sudah menjalin kerja sama intelijen dan keamanan dengan Israel. Sekarang Riyadh berharap mendapat bantuan dari Tel Aviv dalam menghadapi kemungkinan perubahan kebijakan Joe Biden.

Israel dan Saudi juga mengkhawatirkan perubahan pendekatan pemerintah AS terkait kesepakatan nuklir dengan Iran. Di era pemerintah Donald Trump, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Israel, memainkan peran penting dalam memprovokasi AS keluar dari kesepakatan nuklir dan penerapan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran.

Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan rezim Zionis tentu saja tidak senang jika AS bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir Iran. Oleh sebab itu, mereka meminta dilibatkan dalam negosiasi untuk membahas isu nuklir Iran. Namun hal ini ditentang keras oleh Tehran.

Arab dan Israel juga mendorong kekuatan-kekuatan Barat agar memasukkan isu-isu di luar masalah nuklir dalam perundingan potensial dengan Iran.

Peta wilayah Marib, Yaman.

Lokasi Pertemuan Komandan Koalisi Saudi Dihantam Rudal

Sejumlah rudal menghantam lokasi pertemuan para komandan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Provinsi Marib, timur Sanaa, Yaman. Seperti dilaporakan televisi Al Mayadeen, militer dan komite rakyat Yaman, Jumat (26/2/2021) dini hari menyerang lokasi pertemuan para komandan dan perwira militer pasukan koalisi Saudi-UEA di Marib.

Saksi mata mengatakan serangan rudal tersebut sangat akurat dan menyebabkan sejumlah komandan militer pasukan kolisi Saudi tewas atau terluka.

Angkatan Bersenjata Yaman, hari Kamis juga berhasil membersihkan wilayah Al Jadafir yang terletak antara Provinsi Marib dan Al Jawf, dari keberadaan pasukan koalisi Saudi dan pasukan pemerintah terguling Abd Mansour Hadi.

Sementara itu, juru bicara Ansarullah menekankan perlawanan terhadap agresor dan menambahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak berani mengecam blokade terhadap Yaman. Seperti dilaporkan televisi Al Masirah, Kamis (25/2/2021), Mohammad Abdulsalam menilai perang di Marib sebagai respon atas meningkatnya agresi terhadap Yaman.

"Agresi ke Yaman dilakukan oleh koalisi asing dan tidak terbatas pada aksi pemboman dan blokade, tapi wilayah seperti Provinsi Marib diduduki untuk dijadikan bagai basis aksi militer," papar Abdulsalam.

Ia juga menjelaskan bahwa perang Marib dinilai sebagai agresi di tingkat internasional dan mereka berharap rakyat Yaman tidak membela diri. "Opsi militer dipaksakan kepada Yaman, sementara kami senantiasa menghendaki opsi damai," ungkapnya.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman mulai Maret 2015 dan memblokade total negara itu dari darat, udara dan laut. Akibat serangan tersebut, sampai saat ini lebih dari 16 ribu warga Yaman tewas dan puluhan ribu lainnya terluka.

Konvoi pasukan Amerika di Suriah.

Duduki Suriah, Militer AS Tambah Kekuatan

Pasukan pendudukan AS memindahkan kendaraan lapis baja dan logistik militer dari Irak ke daerah Rmelan di Provinsi al-Hasakah, dengan tujuan memperkuat pangkalan ilegalnya di Suriah. Seperti dilaporkan IRIB, sumber-sumber lokal di desa Sweidiyeh di timur laut al-Hasakah, mengatakan konvoi yang terdiri dari 40 kendaraan lapis baja dan truk pengangkut logistik militer yang datang dari wilayah Irak, tiba di pangkalan militer AS di Rmelan pada Selasa (23/2/2021).

Sebelum ini, pasukan pendudukan AS juga memindahkan 25 kendaraan lapi baja dari salah satu pangkalannya di al-Hasakah ke pangkalan lain di Bandara Kharab al-Jir di daerah al-Malikiyah. AS mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang bersedia menjalankan agenda mereka di Suriah dan terus menjarah minyak di wilayah al-Jazeerah.

Sementara itu, jet-jet tempur Amerika Serikat membombardir markas kelompok perlawanan rakyat Irak, Kataib Hizbullah di perbatasan negara itu dengan Suriah. Sabereen News, Jumat (26/2/2021) melaporkan jet-jet tempur Amerika menyerang sebuah gedung dan sebuah lokasi lain di perbatasan Irak-Suriah yang terletak antara wilayah Abu Kamal dan Al Qaim. Hingga kini serangan itu menewaskan satu orang dan melukai beberapa orang lainnya.

Departemen Pertahanan AS mengumumkan, “Presiden Joe Biden memerintahkan pemboman terhadap sejumlah markas kubu perlawanan di timur Suriah yang dituduh terlibat dalam serangan ke pangkalan pasukan Amerika di Wilayah Kurdistan Irak beberapa waktu lalu.”

Kedutaan AS di Zona Hijau Baghdad.

Hakim Minta Pemerintah Irak Cegah Serangan ke Zona Hijau

Pemimpin Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak, Sayid Ammar Hakim memperingatakan tentang konsekuensi serius serangan terhadap kantor perwakilan diplomatik asing.

Beberapa roket kembali ditembakkan ke arah Kedutaan Besar AS di Zona Hijau Baghdad pada Senin malam.

Ammar Hakim, seperti dilansir laman Alsumaria News Irak, Selasa (23/2/2021), mengecam serangan ke Zona Hijau dan mengatakan konsekuensi serangan ke misi diplomatik asing akan mencoreng reputasi Irak di mata dunia dan juga mengancam keselamatan warga yang tinggal di daerah sekitar.

Dia kembali meminta pemerintah Irak untuk memberikan pengamanan yang cukup kepada misi diplomatik asing dan menindak tegas aksi-aksi seperti itu demi menjaga citra Irak dan keamanan masyarakat.

Sementara itu, kubu perlawanan di Irak menganggap serangan roket ke Zona Hijau Baghdad sebagai upaya untuk merusak citra pasukan perlawanan. (RM)

Tags