May 15, 2021 14:58 Asia/Jakarta
  • Suasana hari pertama Idul Fitri di Malaysia
    Suasana hari pertama Idul Fitri di Malaysia

Perkembangan di negara-negara Asia Tenggara pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting khususnya seputar perayaan Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Corona. Presiden Indonesia Joko Widodo beserta ibu negara mengucapkan selamat hari raya secara virtual.

Masih ada isu lain dari berbagai negara Asia Tenggara lainnya seperti perayaan Idul Fitri di Malaysia, pemerintah Singapura terapkan pembatasan ketat, Thailand laporkan kasus harian Corona meningkat, Filipina temukan dua kasus varian Covid India, junta militer Myanmar berlakukan darurat militer di negara bagian Chin dan berbagai isu lainnya.

Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Idul Fitri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

Presiden Indonesia Joko Widodo

Hal itu disampaikan lewat video yang ditayangkan dalam akun YouTube Sekretarian Presiden.

"Dari Istana Kepresidenan Bogor, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin," kata Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, seperti dikutip Parstodayid dari Antaranews, Kamis (13/05/2021).

Presiden Jokowi mengakui bahwa Idul Fitri pada tahun ini masyarakat Indonesia juga masih harus berhadapan dengan pandemi COVID-19.

"Kita juga masih harus bersabar dan menahan diri, karena tidak bisa bersilaturahmi secara langsung, secara tatap muka dengan keluarga dan handai taulan," ujar Presiden lagi.

Presiden Jokowi mengakui hal tersebut sangatlah berat.

"Tetapi kita tidak punya pilihan, kita harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan kita semua, ya kita semua," kata Presiden.

Tujuannya adalah agar Indonesia dapat sesegera mungkin kita dapat terbebas dari pandemi.

"Semoga di hari kemenangan ini menjadi momentum bagi kita semua bangsa Indonesia untuk bangkit dan menang melawan pandemi Covid-19," ujar Presiden Jokowi.

Sejumlah Tradisi Lebaran yang Berubah Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 yang masih terjadi menyebabkan perubahan dalam melakukan tradisi perayaan Idul Fitri. Seperti pada lebaran 2020, tahun ini pemerintah masih melarang mudik dan mengimbau masyarakat merayakannya dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai zona risiko Covid-19 untuk mencegah penularan.

Biasanya, sebelum lebaran kita mengenal istilah mudik. Tradisi mudik ini dilakukan jelang Idul Fitri untuk berilaturahmi dengan sanak famili di kampung halaman. Namun karena pandemi Covid-19 masih ada, tradisi ini dilarang, kecuali karena keperluan mendesak.

Menjelang Idul Fitri, biasanya setiap keluarga akan menyiapkan pakaian baru untuk anggota keluarganya dengan membelinya di pasar maupun pusat perbelanjaan, tapi kali ini disarankan untuk membelinya secara online melakukan aplikasi e-commerce.

Mengumandangkan takbir keliling kampung, kawasan kota, maupun di masjid juga merupakan tradisi merayakan Idul Fitri yang diikuti oleh banyak orang. Pandemi Covid-19 membuat orang harus membatasi kerumunan atau bahkan lebih menjauhinya agar tidak tertular virus Corona. Karenanya, takbir keliling hanya di rumah atau di masjid dan tidak berkerumun.

Ada juga tradisi halal bilhalal yang biasanya dilaksanakan dengan berkumpul di rumah bersama keluarga besar maupun teman lama, sebisanya dihindarkan dan dilakukan dengan virtual.

Terakhir, shalat Idul Fitri yang biasanya diselenggarakan di lapangan terbuka dan masjid dengan durasi ceramah panjang. Namun kali ini, shalat Idul Fitri harus dilaksanakan di rumah untuk daerah zona merah, sementara untuk daerah zona hijau dan kunging boleh dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan durasi ceramah terbatas sesuai protokol kesehatan.

Warga Malaysia lagi Hadapi Idul Fitri yang Suram Menyusul Penguncian

Mohd Rezuan Othman biasanya akan bepergian dari Kuala Lumpur ke kota kelahirannya di bagian selatan Malaysia untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga, namun penguncian nasional baru-baru ini terkait COVID-19 telah memadamkan rencananya untuk tahun kedua berturut-turut.

Di bawah kebijakan yang diumumkan pada Senin (10/5), beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri, Mohd Rezuan dan jutaan warga lainnya diminta untuk tak bertemu dengan orang-orang tersayang dalam perayaan tahunan itu karena adanya pembatasan perjalanan.

Kondisi Corona di Malaysia

“Saya belum pulang ke kampung halaman untuk Raya selama hampir dua tahun, dan selama masa itu saya belum bertemu dengan orang tua saya,” kata juru masak berusia 40 tahun itu, dengan menggunakan bahasa Malaysia untuk Idul Fitri.

Malaysia merupakan salah satu negara pertama di kawasan yang memberlakukan penguncian ketat pada tahun lalu untuk mengontrol pandemi. Pada tahun 2020, negara tersebut telah menderita pemerosotan ekonomi terburuk sejak Krisis Finansial Asia pada akhir 1990an.

Lonjakan jumlah kasus yang dimulai pada akhir tahun lalu mendorong pemerintah untuk memberlakukan status darurat pada bulan Januari, dan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Senin mendeklarasikan penguncian skala nasional selama satu bulan untuk menghadapi lonjakan baru yang lagi-lagi muncul.

Jumlah kasis Malaysia melampaui angka 444.000 dengan 1.700 kematian pada Senin (10/5), laju infeksi tertinggi ketiga di kawasan setelah Indonesia dan Filipina.

Beberapa orang, seperti Rusyan Sopian, meyakini bahwa pembatasan perjalanan merupakan langkah yang masuk akal mengingat otoritas kesehatan telah mengatakan bahwa lonjakan itu mungkin terkait dengan penyebaran varian yang lebih mudah menular.

“Jika (kebijakan) dapat membantu menahan virus, maka saya menerimanya,” ujar penulis berusia 38 tahun itu.

Namun di luar disrupsi terhadap kehidupan sosial, penguncian yang berulang telah menjadi ancaman terhadap kesejahteraan Mohd Rezuan dan banyak warga lainnya di Malaysia.

Bulan suci Ramadhan biasanya membawa aliran bisnis bagi restoran-restoran dan bazar-bazar makanan yang menyiapkan makanan bagi jutaan Muslim yang berbuka puasa usai matahari terbenam. Sekitar 60 persen dari populasi Malaysia yang berjumlah 32 juta adalah umat Muslim.

 “Saya bekerja di industri makanan. Satu saat buka, satu saat lainnya tutup,” kata Mohd Rezuan, saat berbincang di waktu istirahatnya di sela-sela bekerja di restoran yang terletak di pinggiran kota Kuala Lumpur yang biasanya begitu ramai, namun kini menjadi sepi.

“Satu saat gaji saya mencukupi, dan satu saat lainnya tidak. Bagaimana saya dapat bertahan?”

Singapura Berlakukan Pembatasan COVID-19 Paling Ketat sejak "Lockdown"

Pemerintah Singapura mengumumkan pada hari Jumat pembatasan paling ketat pada pertemuan sosial dan kegiatan publik sejak pelonggaran penguncian COVID-19 tahun lalu, di tengah peningkatan infeksi yang didapat secara lokal dan dengan kelompok virus corona baru yang terbentuk dalam beberapa pekan terakhir.

Langkah-langkah baru yang diumumkan oleh kementerian kesehatan, yang akan berlaku mulai Ahad hingga pertengahan Juni, termasuk membatasi pertemuan sosial untuk dua orang dan menghentikan makan di restoran.

"Ini jelas merupakan kemunduran dalam perjuangan kami melawan COVID-19," kata Lawrence Wong, menteri pendidikan yang ikut memimpin gugus tugas virus corona Singapura.

Bekerja dari rumah juga akan dijadikan pengaturan di bawah tindakan baru.

Pihak berwenang mengatakan mereka akan meninjau langkah-langkah tersebut setelah dua pekan untuk menilai apakah penyesuaian diperlukan.

Pusat perdagangan dan keuangan Asia telah melaporkan hampir nol atau satu digit infeksi lokal harian selama berbulan-bulan, sebelum peningkatan kasus baru-baru ini.

Pada hari Kamis, ia mengonfirmasi 24 kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal, jumlah harian tertinggi sejak pertengahan September didorong sebagian oleh klaster di bandara Changi.

Menteri Transportasi Ong Ye Kung mengatakan mengingat meningkatnya infeksi, "sangat mungkin" bahwa Singapura tidak akan memenuhi ambang batas untuk gelembung perjalanan Hong Kong yang telah lama tertunda, yang baru-baru ini dijadwalkan ulang untuk dimulai pada akhir Mei.

Pasar saham Singapura turun sekitar 3 persen, dipimpin oleh jatuhnya saham yang terpapar ritel dan perusahaan yang terekspos pada perjalanan.

Saham Singapore Airlines turun lebih dari 6 persen.

Dolar Singapura juga tergelincir sedikit setelah pengumuman tersebut.

Singapura akan mengadakan Dialog Shangri-La tahunan mulai 4 Juni 5 Juni, yang biasanya menarik para pejabat militer tingkat atas, diplomat, dan pembuat senjata dari seluruh dunia.

Singapura juga berencana menjadi tuan rumah KTT tahunan Forum Ekonomi Dunia pada Agustus.

Thailand Laporkan Rekor Kasus Harian COVID-19 setelah Klaster Penjara

Thailand mengumumkan rekor harian kasus virus corona baru pada Kamis setelah penemuan klaster di dua penjara yang melibatkan hampir 3.000 narapidana.

Di antara narapidana yang terinfeksi adalah pemimpin protes anti-pemerintah yang ditahan saat menunggu persidangan karena menghina raja.

Bendera Thailand

Pihak berwenang melaporkan 32 kematian akibat COVID-19 dan 4.887 infeksi, jumlah harian tertinggi baru setelah 2.835 tahanan ditambahkan ke penghitungan setelah pengujian massal dilakukan pada ribuan narapidana di dua penjara Bangkok.

Seorang pejabat departemen penjara mengatakan mereka yang terinfeksi termasuk Panupong "Mike Rayong" Jadnok, 24, yang telah ditahan sejak 8 Maret dengan tuduhan antara lain menghasut dan menghina Raja Maha Vajiralongkorn.

Dia adalah anggota keempat dari gerakan yang dipimpin pemuda yang didakwa dengan Undang-Undang lese majeste yang dinyatakan positif di penjara, atau dalam beberapa hari setelah bebas.

Thailand melaporkan wabah terbesar sejauh ini, dengan jumlah total kasus meningkat tiga kali lipat menjadi 93.794 dan kematian meningkat lima kali lipat menjadi 518 dalam enam pekan terakhir, setelah setahun berhasil membendung virus.

Human Rights Watch dalam sebuah pernyataan mengatakan narapidana di Thailand harus lebih dilindungi.

"Selain menyediakan perawatan kesehatan dan pengujian virus, pihak berwenang harus mengurangi populasi tahanan melalui program pembebasan yang diawasi untuk mereka yang ditahan atas tuduhan bermotif politik dan pelanggaran ringan, atau yang menghadapi risiko lebih besar akibat kondisi kesehatan bawahan," katanya.

Filipina Mencatat Dua Kasus Pertama Virus Corona Carian India

Filipina telah mendeteksi dua kasus pertama infeksi virus corona dari varian yang pertama kali diidentifikasi di India, kata kementerian kesehatan negara itu pada Selasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian virus corona, yang dikenal sebagai B.1.617, sebagai varian yang menjadi perhatian global dengan beberapa studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa virus itu lebih mudah menular.

Virus corona varian India tersebut telah dikonfirmasi pada dua pelaut Filipina yang kembali dari Uni Emirat Arab dan Oman pada April, kata direktur biro epidemiologi kementerian kesehatan Filipina Alethea De Guzman pada konferensi pers.

"Kami perlu terus memantau varian lain yang mungkin dapat kami deteksi secara lokal, serta memantau penyebaran varian yang telah kami deteksi," kata De Guzman.

Dia menambahkan bahwa para pelaut telah diisolasi saat mereka kembali dan keduanya telah pulih.

Dalam upaya untuk mencegah masuknya varian-varian lain virus corona, Filipina untuk sementara melarang pelancong yang datang dari India, Pakistan, Sri Lanka, Nepal, dan Bangladesh memasuki negara itu.

Indonesia dan Malaysia bulan ini melaporkan kasus pertama virus corona varian B.1.617.

Filipina sebelumnya juga telah mencatat kasus varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, serta varian P.3 yang berkembang di dalam negeri.

Dengan 1,1 juta kasus dan 18.562 kematian akibat infeksi corona, Filipina memiliki jumlah kasus dan korban COVID-19 tertinggi kedua di Asia Tenggara, setelah Indonesia.

Pemimpin protes yang terinfeksi lainnya adalah Arnon Nampa dan Chukiat "Justin" Sangwong, dan Panusaya "Rung" Sithijirawattanakul, yang dinyatakan positif beberapa hari setelah pembebasannya dengan jaminan.

Seorang pejabat penjara mengatakan Panusaya mungkin telah terinfeksi di rumah karena narapidana di sekitarnya dites negatif dari virus.

Peningkatan kasus tersebut cukup menantang Thailand pada saat hanya 1,3 juta orang yang telah diinokulasi untuk melawan virus corona.

Pihak berwenang mengatakan semua penduduk berhak mendapatkan vaksinasi gratis ketika imunisasi massal dimulai dari Juni, tetapi pejabat kesehatan Bangkok Parnrudee Manomaipiboon pada Kamis mengatakan warga negara Thailand akan menjadi prioritas, dengan tujuan untuk mulai mendaftar orang asing mulai Agustus.

Junta Myanmar umumkan darurat militer di kota Negara Bagian Chin

Junta Myanmar telah mengumumkan darurat militer di sebuah kota di Negara Bagian Chin setelah menuduh teroris bersenjata berada di balik serangan di kantor polisi dan bank, menurut laporan media pemerintah pada Jumat.

Dalam menghadapi penentangan yang meluas, junta bergelut untuk mempertahankan ketertiban di tengah protes yang berlangsung tiap hari di kota-kota dan pertempuran di negara-negara bagian wilayah perbatasan sejak pihaknya menggulingkan pemimpin terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021.

Protes anti kudeta di Myanmar

Kantor berita Myanmar News Agency melaporkan bahwa kerusuhan di Kota Mindat terjadi pada Rabu (12/5) dan Kamis (13/5), melibatkan sekitar 100 orang yang menggunakan senjata rakitan untuk menyerang sebuah kantor polisi dan sekitar 50 orang menargetkan Bank Ekonomi Myanmar.

Laporan media tersebut menyatakan bahwa pasukan keamanan telah menangkis serangan tersebut tanpa menimbulkan korban.

Dokumen yang menyatakan pemberlakuan darurat militer di kota di Negara Bagian Chin, yang berbatasan dengan India, telah diunggah di The Global New Light of Myanmar, surat kabar yang dikelola negara.

Reuters tidak dapat secara independen memastikan kebenaran laporan media pemerintah tentang situasi di Mindat.

Tetapi, sebuah dokumen --yang diunggah di media sosial oleh media lokal yang mengeklaim berasal dari pemerintahan antijunta di daerah Mindat-- menyebutkan bahwa deklarasi darurat militer tidak valid.

Dikatakan juga bahwa pertempuran itu dipicu oleh tentara yang melanggar janji untuk membebaskan tujuh warga sipil yang ditahan selama protes baru-baru ini.

Seorang juru bicara Pasukan Pertahanan Chinland, milisi yang baru dibentuk, mengatakan pihaknya berada di balik pertempuran terakhir dan mengonfirmasi keaslian dokumen tersebut.

"Mereka (junta) tidak bisa lagi memerintah kota kecuali di beberapa daerah di mana mereka memiliki pangkalan. Mereka tidak memiliki kendali di daerah pedesaan," kata juru bicara itu. Ia mengatakan bahwa satu pejuang dari pasukan itu tewas dan bentrokan terus berlanjut dengan tentara yang membawa bala bantuan.

Juru bicara junta belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Sebagai tanda keberlanjutan pembangkangan terhadap aturan militer, video di media sosial memperlihatkan para pendukung prodemokrasi meneriakkan "yakin akan menang", saat mereka berbaris di kota pusat perdagangan Myanmar,  Yangon, pada Jumat.

Dengan 788 orang tewas dalam penindasan brutal terhadap protes oleh pasukan keamanan, menurut sebuah kelompok advokasi, beberapa pendukung pemerintah yang digulingkan berupaya mendapat pelatihan militer bersama para pemberontak yang telah memerangi militer selama beberapa dekade di daerah perbatasan.

Reuters tidak dapat secara independen  memverifikasi korban karena militer telah memberlakukan pembatasan pada media, layanan internet, dan siaran satelit.

Pertempuran telah meningkat di beberapa daerah perbatasan sejak kudeta 1 Februari, dengan milisi etnis meningkatkan serangan, menduduki pos militer, dan menjatuhkan helikopter militer.

Dibentuk seminggu yang lalu oleh Pemerintah Persatuan Nasional yang menentang para jenderal, sebuah kelompok yang disebut Pasukan Pertahanan Rakyat telah meminta dukungan dari kelompok-kelompok etnis bersenjata yang telah lama menganggap militer Myanmar sebagai musuh terbesar mereka.

 

Tags