Jun 12, 2021 11:48 Asia/Jakarta
  • Bendera negara-negara anggota ASEAN
    Bendera negara-negara anggota ASEAN

Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai kelanjutan langkah ASEAN dalam penanganan krisis Myanmar yang dinilai lamban oleh sebagian negara.

Selain itu, raja Malaysia memanggil para pemimpin partai politik, Malaysia akan memperpanjang lockdown, dan Indonesia menghadapi potensi ledakan jumlah kasus positif Covid-19.

 

aksi protes di Myanmar

 

ASEAN Dinilai Lamban Tangani Krisis Myanmar

Malaysia menilai ASEAN lamban menangani situasi di Myanmar yang kian parah setelah kudeta militer pada 1 Februari lalu.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein, mengatakan bahwa ASEAN sangat lamban dalam memastikan keberlangsungan lima poin konsensus yang disepakati dalam KTT mengenai Myanmar pada April lalu.

"Mengenai Myanmar, lima poin konsensus itu merupakan terobosan penting, dan artinya ASEAN harus mendampingi Myanmar menuju kembali ke normal. Namun, kita harus mengakui bahwa perkembangan konsensus itu sangat lamban," kata Hussein dalam cuitan di Twitternya hari Senin (7/6/2021).

Pernyataan senada disampaikan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan menyikapi sikap ASEAN yang lambat  dalam menangani situasi di Myanmar.

Namun menurutnya, upaya diplomatik ASEAN "hanya dapat berjalan jika ada kemauan tulus Myanmar sendiri untuk dialog, negosiasi, dan rekonsiliasi."

"Jujur, kami kecewa dengan perkembangan yang sangat, sangat, sangat lambat," ujar Balakrishnan setelah pertemuan sejumlah pemimpin ASEAN dengan China, dilansir Reuters hari Selasa (8/6/2021).

Menlu RI, Retno Marsudi menegaskan bahwa ASEAN perlu segera menunjuk utusan khusus untuk mediasi pihak-pihak yang bertikai di Myanmar, sesuai dengan konsensus lima poin yang telah dicapai sebelumnya.

Dalam kunjungannya ke Chongqing, Menlu RI juga mengikuti pertemuan informal dengan para menlu ASEAN, di mana Ketua dan Sekretaris Jenderal ASEAN memberikan briefing terkait kunjungan mereka ke Myanmar baru-baru ini.

Dalam pertemuan itu, Menlu RI menekankan bahwa ASEAN telah sukses menyelenggarakan ASEAN Leaders’ Meeting pada 24 April lalu, yang menghasilkan konsensus berisi lima poin, dan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mudah.

“Mandat dari pemimpin ASEAN mengenai five points of consensus sudah sangat jelas. Saya ulangi, sudah sangat jelas. Dan tugas bagi para menteri luar negeri ASEAN adalah memastikan tindak lanjut dapat dilakukan segera,” tegas Menlu Retno Marsudi.

Sementara itu, Pemimpin kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing mengaku bersedia bekerja sama dengan ASEAN mengenai konsensus yang sudah disetujui bersama April lalu.

Global Times melaporkan, pemimpin junta militer Myanmar Aung Hlaing menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menjaga stabilitas nasional dan pembangunan ekonomi serta menjaga demokrasi dan sistem hukum.

Meskipun demikian Junta Myanmar, yang menghadapi protes nasional atas kudeta yang mereka lancarkan untuk menggulingkan pemerintah terpilih tiga bulan lalu, menyatakan tidak akan menyetujui kunjungan utusan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sampai dapat membangun stabilitas di negara itu.

Myanmar masih terus berada dalam kekacauan politik dan ekonomi sejak terjadi kudeta militer terhadap pemerintahan sipil.

 

 

Raja Malaysia Panggil Para Pemimpin Partai Politik

Raja Malaysia Sultan Abdullah memulai serangkaian pertemuan dengan para pemimpin partai politik, Rabu (9/6/2021), membahas situasi pandemi Covid-19.

Dikutip dari laman inews.id, muncul ketidakpuasan masyarakat atas penanganan wabah virus Corona yang dilakukan pemerintah, terutama setelah penerapan keadaan darurat yang dilanjutkan dengan lockdown total.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menerapkan lockdown total mulai 1-14 Juni demi mengatasi lonjakan kasus infeksi dan kematian. Namun di sisi lain pengetatan itu menyebabkan frustrasi di kalangan masyarakat. Apalagi, program vaksinasi Covid-19 dianggap lambat.

Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim merupakan pemimpin partai kedua yang bertemu Sultan Abdullah pada Rabu. Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu menghabiskan waktu 1 jam bersama Raja.

Anwar mengatakan, penerapan keadaan darurat lebih banyak menimbulkan kerugian ketimbang manfaatnya. Untuk itu dia mendesak keijakan ini segera dicabut.

Para pemimpin politik lainnya diperkirakan akan berjunjung ke Istana dalam beberapa hari ke depan, termasuk mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

 

 

Malaysia akan Perpanjang Lockdown

Pemerintah Malaysia merencanakan perpanjangan lockdown, karena kasus harian Covid-19 belum di bawah 4.000 dan angka kematian tetap tinggi.

Dewan Keamanan Nasional Malaysia (NSC) diperkirakan akan membahas rencana tersebut dalam rapat pada hari ini, Jumat (11/6/2021).

The Straits Times melaporkan, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia, Azmin Ali mengungkapkan kemungkinan isu ini akan dibahas.

Menteri yang lain mengatakan masih menunggu keputusan NSC. Pertemuan NSC ini sendiri bersifat rahasia dan satu-satunya orang yang dapat berbicara tentang keputusannya adalah Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin.

Sebelumnya, PM Malaysia, Muhyiddin Yasin, mengatakan, jika fase pertama penguncian berhasil mengurangi jumlah kasus harian, pemerintah akan beralih ke fase kedua.

Fase itu memungkinkan sejumlah sektor ekonomi dibuka dengan syarat memperhatikan aturan jaga jarak dan tak ada pertemuan besar.

Langkah pemerintah Malaysia mempertimbangkan untuk memperpanjang lockdown yang akan berakhir pada Senin (14/6), terjadi setelah angka penularan kasus Covid-19 di Malaysia menurun, tapi tingkat kematian masih tinggi.

Pada Kamis (10/6), Malaysia mencatat kasus harian sebanyak 5.671, sehingga total kasus Covid-19 mencapai 639.562. Sedangkan, angka kematian bertambah 23 menjadi total 3.684.

 

 

Indonesia Hadapi Potensi Peningkatan Ledakan Covid-19.

Ledakan Covid-19 di Indonesia mulai terjadi dan bisa lebih buruk lagi. Satgas Covid-19 mengungkap terjadinya peningkatan jumlah kasus yang sangat signifikan belakangan ini.

Pada Kamis (10/6/2021), untuk pertama kalinya dalam 4 bulan terakhir penambahan jumlah kasus secara nasional menembus angka 8 ribu kasus perhari, bahkan nyaris 9 ribu.

"Kenaikan ini tentunya menjadi peringatan keras untuk kita semua, mengevaluasi sekaligus bersiap diri dalam menghadapi kenaikan kasus yang lebih tinggi di hari-hari ke depan," kata juru bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, Jumat sebagaimana dikutip Parstodayid dari Detik (12/06/2021).

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) misalnya, mengalami peningkatan kasus 107 persen dalam 10 hari terakhir, dengan bed occupancy rate (BOR) isolasi mencapai 53,87 persen.

Namun yang lebih mencengangkan adalah kondisi DKI Jakarta. Karena kasusnya meningkat 302 persen dalam periode yang sama.

Juru bicara Satgas Covid-19 mengungkap keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta mencapai 67,05 persen. Pasien Corona yang masuk juga meningkat drastis hingga 359 persen.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengingatkan masyarakat untuk segera divaksinasi Corona sebelum virusnya terus bermutasi. Sejauh ini, vaksin Covid-19 yang dipakai di Indonesia seperti Sinovac, AstraZeneca hingga Sinopharm disebutnya masih efektif.(PH)

 

Tags