Jul 07, 2021 17:02 Asia/Jakarta
  • Reaktor nuklir Iran.
    Reaktor nuklir Iran.

Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov meminta semua pihak dalam pembicaraan Wina meningkatkan upaya untuk menyelesaikan masalah yang tersisa.

Hal itu disampaikan Ryabkov dalam menanggapi langkah Iran memproduksi logam uranium yang diperkaya 20 persen. Menurutnya, hal ini tidak berbahaya selama mematuhi Perjanjian Perlindungan dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Ryabkov dalam wawancara dengan media Rusia, RIA Novosti, Rabu 7 Juli 2021, menyinggung keprihatinan beberapa negara Barat terutama Amerika Serikat atas langkah terbaru Iran.

“Perlu dicatat bahwa selama memperhatikan Perjanjian Perlindungan Komprehensif yang dicapai dengan IAEA, maka setiap tindakan Iran untuk mengembangkan program nuklir tidak akan menimbulkan risiko proliferasi,” ucapnya.

“Masalah utamanya di sini yaitu pelaksanaan penuh perjanjian tersebut. Kami meminta Iran untuk mematuhi Perjanjian Perlindungan dengan IAEA,” imbuh pejabat Rusia ini.

Pada hari Selasa, kantor berita Reuters mengutip keterangan IAEA melaporkan bahwa Iran telah memberitahu IAEA tentang rencananya untuk memproduksi logam uranium yang diperkaya 20 persen untuk bahan bakar reaktor.

Duta Besar Iran untuk Organisasi Internasional di Wina, Kazem Gharibabadi mengatakan rencana memproduksi pelat bahan bakar silicide telah disampaikan ke IAEA sembilan hari yang lalu dan pengerjaannya segera dimulai. (RM)

Tags