Jul 12, 2021 09:52 Asia/Jakarta

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell menuduh Rusia dan Cina mengejar "diplomasi vaksin" dan meminta semua negara untuk menanggapi kebijakan Moskow dan Beijing ini.

"Rusia dan Cina sedang melakukan 'diplomasi vaksin' di seluruh dunia, dan kita perlu menyadari hal ini dan menghadapinya dengan pengetahuan dan kesadaran," kata Borrell.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell

Dia mengklaim bahwa Rusia dan Cina telah menjadi lebih "keras kepala dan ceroboh" daripada sebelumnya, dan bahwa bekerja sama dengan mereka menjadi jauh lebih sulit.

Tuduhan Borrell terhadap diplomasi vaksin Rusia-Cina tampaknya hanyalah sebuah upaya melarikan diri ke depan dan pembenaran atas pendekatan Barat yang tidak manusiawi untuk mencegah distribusi vaksin di seluruh dunia dan penyimpanan jutaan dosis vaksin Corona oleh negara-negara besar Barat seperti Amerika Serikat dan Kanada, jauh melebihi kebutuhan penduduk negara-negara tersebut.

Bahkan, negara-negara ini, terutama Amerika Serikat yang mengklaim sebagai pemimpin dalam penemuan dan produksi berbagai vaksin Corona, alih-alih mengejar proses distribusi yang adil di antara negara-negara dunia, justru semakin menimbun vaksin yang diproduksi atau hanya mereka gunakan di tingkat negara mereka.

“75% vaksin corona didistribusikan di 10 negara dan lebih dari 100 negara belum menerima vaksin tersebut,” Sekjen PBB Antonio Guterres baru-baru ini mengkritik cara penyebaran vaksin corona ke seluruh dunia. Untuk itu, ia menyerukan rencana global untuk mendistribusikan vaksin Corona, dan menekankan bahwa negara-negara harus berbagi vaksin Corona.

Secara umum, menurut statistik, negara-negara kaya dan maju telah memesan vaksin Corona tiga kali lipat populasinya pada akhir tahun 2021, dan ini akan membatasi akses miliaran orang di negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah ke vaksin ini selama bertahun-tahun. Pada dasarnya membeli lebih dari kebutuhan negara kaya akan mencegah pemerataan vaksin Corona di dunia.

Kepala Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev mengatakan, "European Pharmaceutical Institute belum memberikan komentar kritis terhadap vaksin Sputnik V dalam penelitiannya, dan diharapkan Uni Eropa akan menyetujui penggunaan vaksin ini paling lambat akhir Agustus 2021."

Dengan demikian, dalam persaingan yang telah dimulai antara negara-negara ini untuk pembelian vaksin Corona, negara-negara berkembang akan terancam kehilangan vaksin ini. Alih-alih menyambut distribusi vaksin Rusia dan Cina di seluruh dunia, Barat sekarang hanya menuduh Moskow dan Beijing melakukannya.

Tanpa memberikan bukti apa pun, Barat telah mengambil pandangan pesimistis murni terhadap ekspor dan penggunaan vaksin Rusia seperti Sputnik V dan vaksin Cina seperti Sinopharm di negara lain, dan ini menyebut ini merupakan upaya Moskow dan Beijing untuk memperluas pengaruh mereka di negara-negara lain.

Oleh karena itu, negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, telah lama mengobarkan perang media dan propaganda melawan vaksin Rusia dan Cina dan berusaha membuat vaksin tersebut tidak efektif dan bahkan tidak sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia, sehingga, dalam pendapat mereka, negara-negara dunia tidak mau menggunakannya.

Baca juga: Standar Ganda Sanksi AS, dari Klaim Tidak Ada Sanksi Obat Sampai Pembatalan Sanksi

Hal ini telah memicu kritik keras dari Rusia. Terkait hal itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa upaya pencegahan penggunaan vaksin Rusia terhadap virus Corona di negara lain merupakan tindakan yang sangat merusak. Menurutnya, perbedaan politik harus dikesampingkan dalam masalah memerangi epidemi Corona dan upaya bersama harus dilakukan ke arah itu. Bahkan beberapa negara Eropa, seperti Hungaria, sudah membeli vaksin Sputnik V.

Kepala Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev mengatakan, "European Pharmaceutical Institute belum memberikan komentar kritis terhadap vaksin Sputnik V dalam penelitiannya, dan diharapkan Uni Eropa akan menyetujui penggunaan vaksin ini paling lambat akhir Agustus 2021."

Vaksin Sputnik V

Masalah lain dalam distribusi vaksin Rusia dan Cina adalah masalah sanksi. Berlanjutnya sanksi sepihak AS terhadap negara-negara penentang dominasi Washington, seperti Iran dan Venezuela, menjadi kendala utama aksesnya terhadap vaksin Corona.

Oleh karena itu, dalam situasi saat ini, fakta bahwa negara-negara ini dapat menggunakan vaksin Rusia dan Cina telah membuat marah Barat, terutama Amerika Serikat.

Tags