Aug 16, 2021 20:50 Asia/Jakarta
  • Mohammad Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan yang digulingkan
    Mohammad Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan yang digulingkan

Presiden Afghanistan terguling Mohammad Ashraf Ghani, yang berkuasa di Kabul atas desakan lembaga keamanan dan politik AS, kini telah meninggalkan negara itu dan pergi ke tujuan yang tidak diketahui.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa Mohammad Ashraf Ghani dan keluarganya serta sejumlah kaki tangannya meninggalkan Afghanistan dan melarikan diri ke Tajikistan dan kemudian ke Uzbekistan. Sebelumnya, beberapa sumber melaporkan bahwa dia dan komplotannya telah mencari suaka ke ke Oman

Bagaimanapun juga, sumber-sumber berita melaporkan berita kontradiktif tentang keberadaan presiden Afghanistan yang digulingkan.

Mohammad Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan yang digulingkan

Namuni pertanyaan mendasar adalah mengapa Presiden Afghanistan yang digulingkan tidak mencari perlindungan di Amerika Serikat atau bahkan sekutu Amerika Serikat setelah melarikan diri dari negara itu?

Tidak ada keraguan bahwa pemerintah AS berperilaku tidak pantas dengan semua sekutunya yang terguling, termasuk Ashraf Ghani. Perilaku ini menunjukkan bahwa pejabat pemerintah Washington hanya "tertarik untuk mengamankan kepentingan AS, dan bahwa mengamankan kepentingan negara-negara seperti Afghanistan tidak terlalu penting bagi politisi Barat.

Sementara para pejabat Barat, terutama pemerintah AS dan lengan militernya, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah berulang kali menyatakan bahwa selama 20 tahun kehadirannya di Afghanistan, militer AS dan NATO telah menghabiskan total $88 miliar untuk melatih pasukan Afghanistan saja.

Mengingat pasukan Taliban mengambil alih sebagian besar kota dan provinsi Afghanistan hampir tanpa bentrokan, dan tentara Afghanistan tidak banyak bertahan melawan gerilyawan Taliban, harus dikatakan bahwa pengumuman angka-angka ini menunjukkan para politisi AS juga memasukkan angka penggelapan dan pencurian dari pembayar pajak AS dalam mengumumkan pengeluaran militer.

Yang pasti, sekalipun meneriakkan slogan-slogan patriotik dalam beberapa tahun terakhir, Presiden Afghanistan yang digulingkan Mohammad Ashraf Ghani telah meninggalkan negara itu. Politisi pro-AS dan gerakan Barat ini dalam beberapa tahun terakhir ini selalu menganggap kepentingan nasional Amerika Serikat sebagai prioritas daripada melayani kepentingan pemerintah dan rakyat Afghanistan.

Ashraf Ghani bahkan memercayai janji-janji kosong pejabat Gedung Putih dan, dari posisi resmi, berusaha menghancurkan hubungan Afghanistan dengan beberapa tetangganya. Menyusul pengumuman evakuasi lengkap Afghanistan oleh pasukan AS, pemerintah Turki juga melakukan upaya besar untuk mengamankan bandara Kabul, meskipun ditentang keras oleh Taliban. Akhirnya, pihak berwenang Turki tidak berhasil dalam hal ini.

Presiden Afghanistan terguling Mohammad Ashraf Ghani, yang berkuasa di Kabul atas desakan lembaga keamanan dan politik AS, kini telah meninggalkan negara itu dan pergi ke tujuan yang tidak diketahui.

Sementara itu, harus dikatakan bahwa kelompok Taliban di Afghanistan telah didirikan dengan dukungan Amerika Serikat dan beberapa sekutu negara dominan ini, terutama beberapa rezim Arab reaksioner di Teluk Persia. Terlepas dari sejarah Taliban yang tidak menguntungkan dan kebiadaban kelompok ini, yang telah melakukan pemenggalan kepala, cambuk, rajam dan kasus-kasus lain atas nama Islam, Taliban mampu menguasai Afghanistan dalam waktu singkat.

Para pemimpin kelompok militan ini telah menekankan bahwa sambil mengulurkan tangan persahabatan kepada negara-negara tetangga, mereka akan mengakhiri perilaku mereka sebelumnya dan hanya akan mencari keamanan Afghanistan. Dalam hal ini, Mohammad Naeem Wardak di Doha, ibukota Qatar, menyatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan televisi Aljazeera:

"Memastikan bahwa wilayah Afghanistan bukanlah tempat bagi individu atau kelompok untuk mengancam keamanan negara lain."

Seorang juru bicara Taliban juga mengklarifikasi:

"Kelompok ini ingin membangun sistem Islam independen di Afghanistan sehingga dapat memenuhi kebutuhan rakyat negara ini dan melayani rakyat."

Sikap bersahabat dan ucapan ramah para pemimpin Taliban ini menyebabkan rakyat Afghanistan dan tentara Afghanistan meninggalkan benteng mereka alih-alih membela diri, dan membuka jalan bagi masuknya militan Taliban.

Anggota Taliban

Ringkasnya, tentang kemenangan mudah Taliban atas pemerintah yang yang berkuasa di Kabul tapi berafiliasi ke Amerika Serikat dan beberapa pemerintah Barat, harus dikatakan bahwa korupsi di pemerintahan Ashraf Ghani dan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah Afghanistan telah membuat frustasi rakyat negara ini. Kenyataan ini yang membuat mereka memisahkan dirinya dari pemerintah Kabul.

Alasan utama mengapa rakyat dan militer Afghanistan tidak melawan Taliban adalah desakan untuk mengusir pemerintah yang korup dan berafiliasi dengan asing.

Tags