Aug 23, 2021 19:22 Asia/Jakarta
  • Dmitry Peskov (kiri) dan Vladimir Putin.
    Dmitry Peskov (kiri) dan Vladimir Putin.

Juru bicara Kremlin mengatakan, presiden Rusia punya keprihatinan yang besar tentang potensi ancaman keamanan di Afghanistan dan menganggap kehadiran teroris Daesh di negara itu sebagai hal yang sangat berbahaya.

“Presiden Putin prihatin dengan perkembangan di Afghanistan,” kata Dmitry Peskov pada Senin (23/8/2021) seperti dikutip laman Farsnews.

“Putin menekankan perlunya mencegah ideologi ekstrem dari Afghanistan menyusup ke negara-negara anggota (Organisasi Traktat Keamanan Kolektif-CSTO) dan mencegah perekrutan militan,” tambahnya.

Peskov memastikan bahwa pihak mana pun tidak akan mencampuri urusan di Afghanistan. Presiden Rusia menekankan perlunya mengoordinasikan pendekatan terhadap masalah Afghanistan di PBB, Dewan Keamanan, dan G20.

“Para pemimpin organisasi ini menganggap posisi kuat kelompok teroris Daesh di Afghanistan sebagai sebuah tren yang sangat berbahaya,” ujarnya seperti dilansir kantor berita RIA Novosti.

“Afghanistan tentu saja menjadi agenda utama pembicaraan Presiden Putin dengan Kanselir Jerman Merkel,” kata Peskov.

Presiden Putin dalam pidatonya hari ini pada pertemuan CSTO, mengatakan Rusia tidak berniat ikut campur dalam peristiwa di Afghanistan karena bisa memicu perang saudara… Daesh masih menjadi ancaman serius di Afghanistan. (RM)

Tags