Aug 29, 2021 19:47 Asia/Jakarta

Mantan Menteri Dalam Negeri Afghanistan Masoud Andarabi mengatakan bahwa Taliban membunuh seorang penyanyi lokal Afghanistan di Baghlan dengan brutal.

Seperti dilansir ISNA, Masoud Andarabi dalam sebuah tweet pada hari Sabtu (28/8/2021) menulis, milisi Taliban membunuh penyanyi folk Afghanistan, Fawad Andarabi secara brutal di desa Andarab, dekat Lembah Panjshir.

Lembah Panjsir adalah tempat yang menampung kekuatan perlawanan yang menolak kekuasaan Taliban.  

Sebuah sumber yang menolak disebutkan namanya di Baghlan, Afghanistan barat laut mengatakan bahwa Fawad Andarabi diseret keluar dari rumahnya dan dibunuh.

Pembunuhan terhadap Fawad terjadi  hanya beberapa hari setelah Taliban menyatakan bahwa mereka akan melarang musik dimainkan di tempat-tempat umum.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada the New York Times mengatakan bahwa musik dilarang dalam Islam.

"Musik dilarang dalam Islam, tetapi kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, daripada menekan mereka," kata Mujahid kepada the New York Times.

Meskipun kelompok tersebut telah mengambil nada yang lebih lembut di depan umum jika dibandingkan dengan pemerintahan mereka pada tahun 1996-2001, ada kekhawatiran akan kembalinya rezim yang represif.

Penyanyi pop Afghanistan Aryana Sayeed dalam postingannya di Instagram pada 21 Agustus 2021 mengatakan bahwa dia telah berhasil melarikan diri dari Afghanistan dan sedang dalam perjalanan ke Istanbul.

Dalam konferensi pers sebelumnya, Mujahid juga mengatakan kepada perempuan dan anak-anak untuk tinggal di rumah.

Arahan tersebut melemahkan upaya Taliban untuk menghadirkan front yang lebih toleran, dan hal itu membawa kembali ingatan tentang aturan pertama mereka di mana perempuan dilarang pergi bekerja dan meninggalkan rumah. (RA)

Tags