Aug 30, 2021 12:44 Asia/Jakarta
  • Jubir Taliban, Zabiullah Mujahid
    Jubir Taliban, Zabiullah Mujahid

Juru bicara milisi Taliban mengonfirmasi pembentukan pemerintah baru di Afghanistan dalam dua pekan mendatang.

Zabiullah Mujahid mengatakan, “Bersamaan dengan kian dekatnya akhir operasi penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan, milisi ini sibuk mempersiapkan pemerintahan baru di negara ini.”

“Anjloknya nilai mata uang dan krisis ekonomi yang ada saat ini dapat ditekan dengan pembentukan pemerintah baru di Afghanistan,” tambah Zabiullah Mujahid.

Opini publik, faksi politik di dalam negeri Afghanistan serta negara lain dan berbagai organisasi regional dan internasional senantiasa mempertanyakan mekanisme pembentukan pemerintah baru di Afghanistan setelah Taliban menguasai Kabul dan tumbangnya pemerintahan Mohammad Ashraf Ghani.

Setelah 15 Agustus dan ketika pemerintah Ashraf Ghani tumbang, sejumlah petinggi Taliban telah berbicara mengenai pembentukan sebuah pemerintahan inklusif dan komprehensif, tapi tidak menjelaskan perinciannya dan sampai kini belum jelas bagi rakyat, faksi politik, etnis dan kelompok agama di Afghanistan bagaimana Taliban akan membentuk pemerintahan menyeluruh ini.

Bendera Afghanistan

Ketika Taliban berjanji membentuk pemerintahan menyeluruh dengan melibatkan seluruh etnis di Afghanistan, pekan lalu milisi ini menunjuk tiga anggota seniornya sebagai menteri keuangan, direktur intelijen dan penjabat Kementerian Dalam Negeri.

Mengingat bahwa saat ini belum ada berita baik resmi atau tidak terkait penyelenggaraan pertemuan menyeluruh Dewan Politik Taliban dengan para pemimpin dan tokoh politik, etnis dan agama di Afghanistan, ada kekhawatiran bahwa janji milisi ini untuk membentuk pemerintahan baru di negara dengan melibatkan seluruh kelompok dan etnis akan dilanggar dan pada akhirnya akan muncul sebuah pemerintahan di Afghanistan yang seluruh anggotanya berafiliasi dengan Taliban.

Apalagi pidato terbaru jubir Taliban terkait bahwa dua pekan mendatang akan diumumkan pemerintahan baru di Afghanistan telah meningkatkan kekhawatiran atas potensi absennya faksi lain di pemerintahan yang disebutkan tersebut.

Mengingat statemen Zabiullah Mujahid di jumpa pers pertamanya di Kabul setelah tumbangnya pemerintah Ashraf Ghani mengenai perubahan pandangan milisi ini dan upaya untuk membentuk pemerintah yang muncul dari seluruh ideologi dan keinginannya, maka harapan rakyat dan etnis Afghanistan adalah Taliban mengambil pelajaran di masa lalu dan bersedia mengambil langkah untuk memberi kesempatan kepada seluruh faksi politik di negara ini untuk berpartisipasi.

Saat ini, sikap berbagai negara menunjukkan bahwa komunitas global tidak menerima sebuah pemerintahan yang dimonopoli Taliban dan jika demikian, maka milisi ini akan terkucil di tingkat internasional.

Oleh karena itu, petinggi senior Taliban harus mengagendakan transparansi strateginya untuk membentuk pemerintah baru di Afghanistan dan menentukan bagi seluruh rakyat dan berbagai faksi bahwa maksud dari pemerintahan menyeluruh adalah benar-benar sebuah partisipasi sejati seluruh ideologi non-Taliban atau di masa depan poliitk Afghanistan sekedar sosok yang berafiliasi dengan milisi ini atau tokoh yang sepemahaman dengan ideologi Taliban yang diberi kesempatan untuk duduk di kursi pemerintahan. (MF)

 

Tags