Sep 08, 2021 19:01 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi teroris Daesh.
    Ilustrasi teroris Daesh.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut perdagangan narkoba dan penyusupan teroris sebagai kemungkinan ancaman dari Afghanistan.

“Kremlin percaya bahwa potensi ancaman bagi Federasi Rusia dapat datang dari Afghanistan; perdagangan narkoba dan penyusupan teroris,” kata Peskov pada Rabu (8/9/2021) seperti dilansir kantor berita RIA Novosti.

“Ancaman berpotensi datang dari Afghanistan, kami telah membicarakan hal ini berkali-kali,” tambahnya.

Dia menegaskan saat ini Moskow tidak punya rencana untuk berbicara dengan para pejabat Taliban.

Pada Agustus lalu, Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Oleg Syromolotov mengatakan sekitar 2.000 anasir teroris Daesh berada di Afghanistan dan jika mereka menyusup ke Tajikistan, Rusia akan menggunakan Pangkalan 201 untuk melawan teroris.

Dia mencatat bahwa infiltrasi Daesh di utara dan timur laut Afghanistan, ancaman terorisme di wilayah Asia Tengah, dan penyusupan teroris untuk mengacaukan situasi di negara-negara kawasan, telah menimbulkan kekhawatiran serius.

Presiden Vladimir Putin dalam pidatonya pada pertemuan negara-negara anggota Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO), akhir Agustus lalu, mengatakan Rusia tidak berniat ikut campur dalam peristiwa di Afghanistan karena bisa memicu perang saudara… Daesh masih menjadi ancaman serius di Afghanistan. (RM)

Tags