Sep 10, 2021 16:38 Asia/Jakarta

Kementerian Luar Negeri Pakistan merilis pernyataan bersama menteri-menteri luar negeri dari enam negara tetangga Afghanistan, yang mengatakan bahwa rakyat Afghanistan harus menentukan masa depan mereka sendiri dan bahwa setiap rencana perdamaian dan rekonsiliasi harus sejalan dengan aspirasi mereka.

Pernyataan itu menekankan bahwa pembicaraan virtual antara menteri luar negeri dari enam negara; Pakistan, Republik Islam Iran, Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan dan Cina berlangsung dalam suasana yang konstruktif.

Kementerian Luar Negeri Pakistan

Tidak diragukan lagi, kesepakatan yang dicapai pada pertemuan negara-negara tetangga Afghanistan, terutama kebutuhan untuk membentuk struktur pemerintahan yang bebas dan inklusif di negara ini, sangat penting dan berharga, dan sebenarnya tuntutan rakyat Afghanistan juga pada masalah yang sama.

Ada dua isu penting dalam pernyataan menteri-menteri luar negeri negara tetangga Afghanistan itu.

Pertama, tuntutan yang disampaikan dan diharapkan dapat dipenuhi oleh Taliban, termasuk penentuan nasib rakyat Afghanistan di tangan mereka sendiri dan diciptakannya perdamaian dan ketenangan di negara itu.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa enam negara tetangga sepenuhnya menyadari situasi di Afghanistan dan bekerja untuk mengurangi eskalasi krisis, terutama krisis kemanusiaan di Afghanistan.

Kedua, selama dua dekade terakhir, ketika Afghanistan diduduki oleh Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), kalangan politik di Afghanistan dan kawasan melihat bantuan regional sebagai satu-satunya solusi untuk krisis negara itu, selain tentunya menghormati hak dan kepentingan timbal balik.

Dalam hal ini, Ahmad Saeedi, pakar masalah politik di Afghanistan, mengatakan:

"Negara-negara tetangga Afghanistan memainkan peran kunci dalam membawa perdamaian dan solusi bagi rakyat Afghanistan, tetapi hubungan ini harus didasarkan pada menjaga kepentingan bersama dan memenuhi harapan bersama."

Kementerian Luar Negeri Pakistan merilis pernyataan bersama menteri-menteri luar negeri dari enam negara tetangga Afghanistan, yang mengatakan bahwa rakyat Afghanistan harus menentukan masa depan mereka sendiri dan bahwa setiap rencana perdamaian dan rekonsiliasi harus sejalan dengan aspirasi mereka.

Faktanya adalah bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya tidak mengizinkan bantuan ke kawasan, terutama tetangga Afghanistan, untuk menyelesaikan krisis selama dua dekade terakhir.

Namun sekarang situasi di Afghanistan telah berubah, ada ruang dan sarana yang cocok bagi bantuan negara-negara tetangga Afghanistan kepada rakyat negara ini.

Taliban, sebagai kelompok dominan di Afghanistan, harus menyediakan kondisi yang diperlukan bagi pemberian berbagai bantuan kepada negara tersebut.

Tidak diragukan lagi, upaya kelompok ini dan Pakistan sebagai pendukung utama Taliban untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan kelompok ini atas Afghanistan tidak dapat membantu menyelesaikan masalah negara ini bahkan oleh negara-negara tetangga Afghanistan.

Baca juga: Bahas Afghanistan, Para Menlu Negara Tetangga Gelar Pertemuan

Pada saat yang sama, Pakistan harus mengurangi tingkat konfliknya dengan negara-negara berpengaruh di Afghanistan dan menggantikan ketegangan yang tidak perlu dengan keterlibatan konstruktif.

Steve Coll, pakar politik di Center for New America, mengatakan:

"Persaingan antara negara-negara di kawasan dan tetangga Afghanistan harus diubah menjadi interaksi dan membantu membangun Afghanistan. Pandangan yang komprehensif tentang peristiwa di Afghanistan adalah satu-satunya solusi untuk krisis di negara ini."

Penarikan pasukan AS dari Afghanistan

Bagaimanapun, gerakan Taliban dan Pakistan untuk menjamin hak-hak rakyat Afghanistan, terutama berbagai kelompok etnis, dan implementasi klausul penting dari deklarasi enam negara tetangga Afghanistan untuk menciptakan Afghanistan yang bebas dan penentuan nasib rakyat di tangan mereka sendiri, merupakan langkah pertama dan penting untuk mempersiapkan sarana bagi penyelesaian krisis Afghanistan saat ini.

Jika tidak, mengadakan berbagai pertemuan dan mengeluarkan pernyataan saja tampaknya tidak akan mampu melepaskan simpul berbagai masalah Taliban di Afghanistan dan membenarkan campur tangan Pakistan di Afghanistan, yang juga menghadapi protes dari rakyat Afghanistan.

Tags