Sep 10, 2021 20:46 Asia/Jakarta
  • Unjuk rasa perempuan di Afghanistan.
    Unjuk rasa perempuan di Afghanistan.

Taliban melarang media meliput unjuk rasa di provinsi Balkh setelah mengumumkan larangan demonstrasi di Afghanistan.

Dikutip Afghan Voice Agency (AVA), Zabihullah Noorani, pejabat bidang budaya Taliban di barat laut Afghanistan meminta media-media di Balkh untuk menahan diri dari meliput protes warga untuk memastikan keamanan para pengunjuk rasa.

Noorani mengklaim bahwa beberapa kelompok akan memanfaatkan informasi tentang demonstrasi untuk menyerang para pengunjuk rasa.

Setelah pemimpin perlawanan di Lembah Panjshir Ahmad Massoud menyerukan perlawanan umum terhadap Taliban pada peringatan pembunuhan Ahmad Shah Massoud, warga Afghanistan di beberapa wilayah negara ini menggelar unjuk rasa. Namun unjuk rasa tersebut direspon Taliban dengan kekerasan dan penembakan.

Sejak hari Rabu (8/9/2021), Kementerian Dalam Negeri Taliban telah melarang segala bentuk demonstrasi yang dilakukan tanpa izin.

Kemendagri Afghanistan menekankan bahwa sebelum demonstrasi, penyelenggara unjuk rasa harus memberi tahu terlebih dahulu tentang slogan, waktu dan titik awal dan akhir serta informasi detail terkait lainnya.

Kelompok-kelompok oposisi juga berunjuk rasa di berbagai kota di Afghanistan tak lama setelah pengumuman daftar anggota pemerintahan sementara oleh Taliban pada Rabu sore.

Menurut pihak oposisi, pemerintah sementara Taliban bukanlah pemerintah yang inklusif, dan hal ini bertentangan dengan janji-janji kelompok itu. (RA)

Tags