Sep 14, 2021 13:15 Asia/Jakarta
  • Jenderal John Hyten.
    Jenderal John Hyten.

Wakil Kepala Staf Gabungan AS menganggap Cina sebagai ancaman yang paling berbahaya bagi Amerika, dan mengatakan strategi militer kita harus bergerak cepat untuk melawan ancaman Beijing.

"Kami tidak mengesampingkan ancaman dari Rusia, tetapi Cina tetap menjadi ancaman paling berbahaya," kata Jenderal John Hyten pada Selasa (14/9/2021) pagi seperti dikutip laman Farsnews.

"Strategi militer kami harus bergerak cepat untuk melawan ancaman Cina," tambahnya mengacu pada konfrontasi Washington dengan Beijing.

Dia juga menyampaikan kekhawatiran, sebab AS dan Cina "tidak banyak berbicara satu sama lain," meskipun mereka mungkin punya tujuan yang sama untuk menghindari perang habis-habisan.

Saat ini hubungan Cina dan Amerika diselimuti ketegangan karena perselisihan kedua negara mengenai berbagai masalah, seperti Taiwan, Hong Kong, dan perdagangan dunia.

Angkatan Laut AS berulang kali melintasi Selat Taiwan dengan dalih memastikan kebebasan navigasi di perairan internasional dan untuk mendukung separatis Taiwan.

Terlepas dari komitmen formal Washington ke Beijing, presiden AS dari Republik dan Demokrat telah melanggar kebijakan Satu Cina. Mereka mendukung penjualan senjata dan membangun hubungan diplomatik dengan Taiwan. (RM)

Tags