Sep 20, 2021 09:50 Asia/Jakarta

Ketegangan Turki dengan Yunani dan pulau Siprus di Mediterania timur telah meningkat ketika negara-negara Barat, khususnya Uni Eropa, terus meningkatkan ketegangan dengan mendukung Yunani dan pulau Siprus.

Satu dekade yang lalu, banyak pakar Barat berpikir bahwa eksplorasi dan ekstrasi sumber daya minyak dan gas di Laut Mediterania akan mengurangi ketegangan antara Turki dan Yunani. Namun penemuan dan eksploitasi sumber daya energi di Mediterania timur telah memperburuk ketegangan antara pihak-pihak yang bertikai.

Setelah proses ini, para pemimpin dari 9 negara selatan anggota Uni Eropa mengeluarkan pernyataan peringatan di akhir pertemuan bersama di Athena, yang menyerukan pemerintah Turki untuk menghormati hukum internasional di Mediterania Timur.

Turki dan Uni Eropa

Pernyataan itu, yang ditandatangani oleh perdana menteri dan presiden Kroasia, Siprus, Prancis, Yunani, Italia, Portugal, Malta, Slovenia dan Spanyol, meminta pemerintah Turki untuk menahan diri dari mengambil pendekatan agresif terhadap Yunani dan Siprus selatan.

Kementerian Luar Negeri Turki juga mengeluarkan pernyataan yang menanggapi pernyataan sembilan negara Eropa terhadap pemerintah Ankara.

Kementerian Luar Negeri Turki telah mengklaim bahwa tindakan yang diambil di Mediterania Timur sesuai dengan peraturan internasional dan bertujuan untuk melindungi kepentingan dan hak-hak publik rakyat, bagian Turki dari pulau Siprus dan pemerintah Turki.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki juga mengklaim tuduhan terhadap pemerintah Ankara mengenai Mediterania Timur, Siprus dan imigrasi ilegal sebagai salah, dan menggambarkan sikap mereka terhadap Turki sebagai sepihak dan tidak realistis, dan meminta negara-negara anggota Uni Eropa dan penandatangan pernyataan tersebut agar menghindari sikap membabi buta dalam mengikuti Yunani dan Siprus selatan.

Dalam hal ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgic mengecam keras pernyataan bersama sembilan negara Eropa di pantai selatan Laut Mediterania, dengan mengatakan, "Bagian yang terkait dengan Mediterania Timur, Siprus dan imigrasi, seperti tahun-tahun sebelumnya, telah disiapkan dengan prasangka dan jauh dari kenyataan."

Ini bukan pertama kalinya ketegangan antara Turki dan Yunani di Mediterania timur meningkat. Kedua belah pihak telah berulang kali menghadapi masalah dalam mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya energi di Mediterania.

Ketegangan Turki dengan Yunani dan pulau Siprus di Mediterania timur telah meningkat ketika negara-negara Barat, khususnya Uni Eropa, terus meningkatkan ketegangan dengan mendukung Yunani dan pulau Siprus.

Sebelumnya, Turki telah menciptakan masalah dengan mengirimkan kapal eksplorasi untuk mengidentifikasi sumber energi di beberapa bagian Mediterania. Pemerintah Mesir, Siprus dan Yunani mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan Turki untuk mengakhiri tindakan provokatifnya di Mediterania timur.

Namun, karena perbedaan terus berlanjut, harus dikatakan bahwa pernyataan pihak-pihak yang bertikai masih ada di meja kedua belah pihak. Sejatinya, perselisihan antara Turki dan Yunani dalam beberapa tahun terakhir, menyusul langkah pemerintah Ankara untuk menemukan sumber energi di Mediterania timur, menjadi semakin kabur dan terus memburuk.

Sementara itu, Uni Eropa, selain mendukung Yunani dan Siprus, telah mengancam Turki dengan sanksi ekonomi dan senjata yang berat.

Pada saat yang sama, isu yang belakangan ini menjadi perhatian di kalangan politik Turki adalah unifikasi negara-negara Eropa dan rezim Zionis melawan Turki.

Sebagai kesimpulan umum, harus dikatakan bahwa Laut Mediterania dibagi menjadi cekungan timur dan barat. Namun Mediterania Timur menjadi kawasan istimewa karena letaknya yang strategis dan letak geografis yang penting.

Kedekatan Laut Mediterania dengan tiga benua dan memiliki garis pantai dan perbatasan laut yang sama dengan Turki, Yunani, Suriah, Lebanon, Palestina Pendudukan dan Mesir adalah alasan kuat bahwa wilayah ini telah menjadi salah satu lokasi geografis terpenting di dunia.

Sebenarnya, karena lokasi geografis dan negara-negara pinggirannya, Mediterania Timur telah menjadi titik konfrontasi bagi pendekatan politik dan keamanan negara-negara kuat Eropa dan Amerika Serikat. Pada saat yang sama, keberadaan pulau Siprus dengan sumber daya minyak, gas, dan hidrokarbonnya yang besar di jantung Mediterania timur telah menambah pentingnya kawasan ini.

Konflik Siprus

Sementara itu, dominasi Turki atas Siprus utara dan ekstraksi minyak, gas dan hidrokarbon dari Mediterania timur telah mendorong kekuatan dunia untuk mencari bagian langsung dari sumber daya ini dan untuk terlibat langsung akhir-akhir ini.

Pembentukan koalisi dan pendirian pangkalan militer di Siprus selatan oleh oposisi Turki menunjukkan bahwa negara-negara lain tidak puas dengan Turki yang memiliki akses ke sumber daya ini saja. Upaya menciptakan gangguan terhadap Turki oleh negara-negara anggota Uni Eropa, Amerika Serikat, Mesir dan Inggris telah meningkatkan ketegangan di kawasan itu dan menyebabkan bentrokan politik dan militer.

Tags