Sep 22, 2021 10:01 Asia/Jakarta

Komisi Pemilu Pusat Rusia (CEC) mengumumkan pada hari Senin (20/09/2021) bahwa partai Rusia Bersatu (United Russia) telah memenangkan sekitar 50 persen suara dalam pemilihan umum parlemen Rusia (Duma), yang menunjukkan bahwa partai ini berhasil mempertahankan mayoritas suara parlemen.

Partai Rusia Bersatu akan memiliki 315 kursi di parlemen. Partai Komunis Rusia berada di urutan kedua dengan sekitar 20 persen suara, diikuti oleh Partai Liberal-Demokrat Rusia dengan 7,5 persen.

Kemenangan yang menentukan dari partai Rusia Bersatu adalah perubahan signifikan dan penting di arena domestik Rusia. Dengan demikian, partai ini dapat meloloskan RUU apa pun tanpa perlu mencapai kesepakatan dengan partai lain di parlemen.

Pemilu parlemen Rusia

Partai Rusia Bersatu juga memenangkan 54% suara dalam pemilu parlemen Duma 2016. Meskipun partai Rusia Bersatu kehilangan sekitar 4 persen suara dalam pemilu baru-baru ini dibandingkan dengan pemilu 2016, partai tersebut masih dapat memiliki suara mayoritas di parlemen. Oleh karenanya, Presiden Rusia Vladimir Putin, pendiri partai, masih dapat dengan mudah meloloskan RUU-nya di Duma Rusia.

Pada saat yang sama, karena amandemen Konstitusi Rusia pada tahun 2020, wewenang Duma telah meningkat secara signifikan. Dalam hal ini, peran Duma dan Dewan Federasi atau Senat Rusia dalam keputusan pemerintah telah meningkat, dan Duma dapat menyetujui kepala negara, dan Dewan Federasi memiliki wewenang untuk memberhentikan hakim.

Pada saat yang sama, situasi menjadi lebih sulit bagi anggota Duma Rusia dan Dewan Federasi terkait kekebalan hukum dan kriminal mereka.

Isu penting lainnya mengenai pemilihan umum parlemen Rusia adalah penerapan langkah-langkah untuk mencegah kehadiran oposisi pro-Barat, terutama Alexei Navalny, dan organisasi serta jaringan afiliasinya dalam pemilu. Di bawah undang-undang "ekstremisme" yang disahkan oleh legislatif Rusia pada Juni 2021, para pemimpin, pendukung, dan anggota tingkat tinggi kelompok ekstremis tidak akan dapat mencalonkan diri dalam pemilihan umum parlemen.

Badan legislatif Rusia mengesahkan undang-undang "ekstremisme", menciptakan penghalang hukum bagi Navalny, pejabat jaringan politik, dan pendukungnya, yang secara efektif mencegah penyusupan orang-orang pro- Barat ke lembaga hukum Rusia dan memegang berbagai posisi di lembaga eksekutif negara itu.

Komisi Pemilu Pusat Rusia (CEC) mengumumkan pada hari Senin (20/09/2021) bahwa partai Rusia Bersatu (United Russia) telah memenangkan sekitar 50 persen suara dalam pemilihan umum parlemen Rusia (Duma), yang menunjukkan bahwa partai ini berhasil mempertahankan mayoritas parlemen. 

"Tidak ada negara beradab yang akan mengizinkan ekstremis memasuki institusi resmi," kata Senator Rusia Andrei Klimov.

Ini menjadi sangat penting mengingat pendekatan intervensionis AS dan Uni Eropa terhadap urusan dalam negeri Rusia, termasuk pemilunya dan dukungannya untuk orang-orang pro-Barat. Sebelum pemilu baru-baru ini, Barat mengobarkan perang psikologis dan propaganda besar-besaran demi Navalny dan organisasinya, dengan menuntut pembebasannya dari penjara.

Alexei Navalny saat ini berada di penjara karena kejahatan yang dilakukan, dan Barat, terutama Amerika Serikat dan Uni Eropa, telah memberikan tekanan dan sanksi politik yang luas untuk memaksa Moskow membebaskannya. Navalny sebelumnya telah mengirim pesan kepada orang-orang Rusia untuk berpartisipasi dalam pemilu parlemen, tapi jangan memberikan suara kepada partai Rusia Bersatu.

Rusia telah berulang kali menyaksikan campur tangan AS dan Eropa secara terbuka dalam berbagai pemilunya, serta dorongan Washington terhadap oposisi Rusia untuk melakukan protes dan rapat umum sebagai tanggapan atas hasil pemilihan parlemen atau presiden Rusia.

Rusia dan Uni Eropa

Dalam hal ini, Uni Eropa telah mengklaim terjadinya "pelanggaran berat dan pembatasan" dalam pemilu Rusia baru-baru ini, dan dengan demikian, menurut pendapatnya, telah membuka jalan bagi protes di dalam Rusia terhadap hasil pemilu baru-baru ini. Namun, partisipasi luas rakyat Rusia dalam pemilu baru-baru ini, serta suara tinggi partai Rusia Bersatu, menunjukkan bahwa mereka terus mendukung Putin dan partainya.

Tags