Sep 25, 2021 19:10 Asia/Jakarta
  • Mantan presiden AS, Donald Trump
    Mantan presiden AS, Donald Trump

Dinamika di Amerika Serikat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting seperti, Imigran Bertambah, Trump: AS Jadi "Septic Tank" Kemanusiaan !

Masih ada isu lain di Amerika selama sepekan lalu seperti Menkeu AS Ingatkan Kemungkinan Negara Ini Tak Bisa Bayar Utang, Militer AS Konfirmasi Jatuhnya Pesawat Pembom Siluman B-2, Senator AS: Serangan Drone di Kabul, Tragedi Kemanusiaan! Graham: Teroris Timteng akan Menyusup ke AS Lewat Selatan, Legislator AS Ajukan Larangan Penjualan Amunisi Pintar ke Israel, AS Kemungkinan Hapus Bantuan Kubah Besi Israel Senilai $1 Miliar, AS Ancam Lebanon karena Terima Bahan Bakar dari Iran, Ini Penyebab KTT AS, Prancis, Jerman dan Inggris di PBB Dibatalkan.

Imigran Bertambah, Trump: AS Jadi "Septic Tank" Kemanusiaan !

Mantan Presiden Amerika Serikat menyebut negaranya akan berubah menjadi "tangki septik" kemanusiaan dalam waktu cepat, karena para imigran yang memasuki negara ini benar-benar tanpa kontrol dan pemeriksaan.

Donald Trump, Senin (20/9/2021) seperti dikutip situs Republic World mengatakan, membanjirnya imigran gelap ke AS mungkin saja akan menciptakan krisis terbesar di negara ini.

Imigran di Amerika

Ia menambahkan, "Imigran gelap terbanyak dalam sejarah yang berjumlah jutaan sedang membanjiri negara ini."

Menurut Trump, mereka sama sekali tidak terkontrol, dan bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan, di mana pun mereka mau. AS sedang berubah dengan cepat menjadi "tangki septik" kemanusiaan. 

"Sebagian besar imigran gelap ini adalah pembunuh, penyelundup narkotika, dan penjahat dalam seluruh bentuk serta jenisnya. Puluhan ribu warga Haiti, sejumlah banyak dari negara Afrika, bahkan sangat banyak dari Amerika Latin, datang ke AS," pungkasnya.

Menkeu AS Ingatkan Kemungkinan Negara Ini Tak Bisa Bayar Utang

Menteri Keuangan Amerika Serikat kembali meminta Kongres untuk menaikkan atau menangguhkan pagu utang negara ini, karena Gedung Putih diperkirakan akan kehabisan uang untuk membayar utang yang jatuh tempo pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Janet Yellen, Minggu (19/9/2021) seperti dikutip Bloomberg mengatakan, para ekonom dan pejabat Departemen Keuangan AS sepakat, jika Kongres tidak menaikan batas utang negara, maka AS akan menghadapi bencana ekonomi yang luas. Krisis ini diprediksi akan memicu peningkatan suku bunga, penurunan tajam nilai saham, dan masalah ekonomi lainnya.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen

DPR Amerika Serikat minggu depan akan melakukan pemungutan suara terkait penambahan pagu utang nasional sebesar 28 triliun dolar, sementara kubu Demokrat dan Republik masih berselisih dan membentur jalan buntu sehingga mengancam negara ini gagal bayar utang atau default bulan depan.

Janet Yellen menegaskan, gagal bayar kemungkinan akan menciptakan krisis keuangan bersejarah bagi AS yang akan menambah kerusakan pada sistem kesehatan publik akibat pandemi COVID-19, dan menjerumuskannya ke dalam resesi serta menjadikannya negara yang lemah secara permanen.

"Penangguhan dan gagal bayar, keduanya buruk, anggota lembaga legislatif harus bertindak cepat," pungkasnya.

Militer AS Konfirmasi Jatuhnya Pesawat Pembom Siluman B-2

Angkatan Udara Amerika Serikat setelah beberapa hari melakukan sensor pemberitaan, akhirnya mengonfirmasi jatuhnya pesawat pembom siluman B-2 di salah satu pangkalan udara negara itu.

Dikutip situs Military Times, Senin (20/9/2021), AU Amerika Serikat mengumumkan, pesawat pembom siluman B-2 jatuh setelah mengalami kerusakan teknis saat melakukan penerbangan di pangkalan udara Whiteman di Missouri.

Menurut Military Times, pesawat pembom siluman B-2 melakukan pendaratan darurat pada tanggal 14 September 2021 sekitar pukul 24:30 waktu setempat. Akan tetapi sampai sekarang kerugian akibat insiden tersebut belum dipublikasikan.

Juru bicara AU Amerika Serikat Jennifer Greene sehari setelah insiden mengklaim tidak ada yang terluka dalam kecelakaan ini, dan tidak terjadi kebakaran pada pesawat pembom AS tersebut.

Senator AS: Serangan Drone di Kabul, Tragedi Kemanusiaan!

Senator Amerika, Bernie Sanders mengatakan serangan drone Amerika Serikat di Afghanistan, yang menewaskan beberapa warga sipil, merupakan sebuah tragedi kemanusiaan.

“Saya berharap para pejabat AS memahami apa yang terjadi dan memastikan hal itu tidak terulang lagi,” imbuhnya seperti dilansir IRNA, Minggu (19/9/2021).

Senator Bernie Sanders

“Ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, ini mencerminkan kita di hadapan seluruh dunia. Ini tidak dapat diterima,” tegas Sanders.

Hal itu disampaikan Sanders setelah Pentagon mengakui bahwa serangan yang menewaskan tujuh anak-anak itu merupakan sebuah kesalahan. Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth McKenzie mengakui bahwa serangan itu menewaskan 10 warga sipil Afghanistan.

McKenzie menyesalkan insiden itu dan mengatakan bahwa ia bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut dan akibatnya yang tragis.

Serangan drone AS terhadap sebuah mobil di Kabul pada 29 Agustus telah menewaskan seorang pekerja kemanusiaan Afghanistan dan sembilan anggota keluarganya.

Para pejabat AS mengklaim bahwa mereka telah menyerang sebuah mobil yang membawa teroris Daesh.

Graham: Teroris Timteng akan Menyusup ke AS Lewat Selatan

Senator Amerika Serikat dari Partai Republik memperingatkan infiltrasi teroris ke negara itu melalui perbatasan selatan.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News, Selasa (21/9/2021), Lindsey Graham mengatakan, kekacauan di Timur Tengah akan segera masuk ke AS melalui perbatasan selatan negara ini di saat Presiden Joe Biden dihujani kritik karena menarik pasukan dari Afghanistan, dan kebijakannya terkait imigran.

"Kekacauan di Timteng akan masuk ke sini ke rumah kita melalui perbatasan selatan jika kita tidak mengubah apa pun," ujarnya.

Ditanya bagaimana para teroris itu bisa masuk ke AS, Graham balas bertanya, "Seberapa mudah kelompok teroris menyewa kartel, dan membawa mereka ke AS melalui perbatasan selatan ?".

Menurutnya tidak akan pernah ada perubahan jika pemerintah Amerika Serikat tidak mengubah Undang-undang Suaka Politik.

"Saya benar-benar khawatir soal narasi yang dibangun di luar sana bahwa AS kalah di Afghanistan, dan setiap 'jihadis' masuk ke negara itu, lalu menyusup ke AS melalui perbatasan selatan," pungkasnya.

Legislator AS Ajukan Larangan Penjualan Amunisi Pintar ke Israel

Seorang legislator Amerika Serikat telah mengajukan sebuah amandemen untuk melarang penjualan amunisi berpresisi tinggi ke Israel dan Arab Saudi.

Alexandria Ocasio-Cortez

Alexandria Ocasio-Cortez menulis di akun Twitternya, “Sebuah amandemen terhadap rancangan undang-undang anggaran pertahanan tahun fiskal 2022 telah diajukan, yang melarang ekspor jenis senjata tertentu ke Saudi karena pembunuhan Jamal Khashoggi, dan kepada Israel karena menyerang warga sipil dan kantor media di Gaza, serta Kolombia atas tindakan represif terhadap demonstran.”

Menurut laporan kantor berita ISNA, Minggu (19/9/2021), amandemen ini menyangkut larangan ekspor senjata berpresisi tinggi ke rezim Zionis. Jika disetujui, paket senjata Joint Direct Attack Munition atau Amunisi Serangan Langsung Gabungan (JDAM) senilai 735 juta dolar dilarang dikirim ke Israel.

JDAM buatan perusahaan Boeing ini adalah perangkat yang dapat mengubah bom biasa menjadi bom berpemandu GPS yang bisa diarahkan ke sasaran.

Usulan itu membuat marah Duta Besar Israel untuk AS, Gilad Erdan. Dia mengkritik keras Ocasio-Cortez karena mengajukan amandemen pada RUU pengeluaran pertahanan tahunan AS untuk memblokir penjualan amunisi berpresisi tinggi ke Tel Aviv.

AS Kemungkinan Hapus Bantuan Kubah Besi Israel Senilai $1 Miliar

Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat menuntut penghapusan bantuan dana untuk kubah besi rezim Zionis Israel senilai 1 miliar dolar AS dari undang-undang terkait anggaran pertahanan.

Hal ini menunjukkan bahwa bantuan darurat AS untuk rezim Zionis Israel akan mengalami penundaan selama beberapa bulan.

Dikutip Fars News, Rabu (22/9/2021), setelah diprotes oleh sekelompok anggota Kongres, bantuan darurat senilai satu miliar dolar AS atas Israel untuk melengkapi sistem peluncur, dan pelacak sistem pertahanan rudal kubah besi, akan ditunda untuk beberapa bulan.

Sejumlah anggota Kongres mengancam jika anggaran pertahanan AS mencakup bantuan darurat untuk kubah besi Israel, maka mereka tidak akan memberikan suaranya.

Dengan adanya penolakan anggota Kongres, bagian dari undang-undang anggaran pertahanan AS ini dihapus, dan akan dibahas pada pembahasan anggaran berikutnya beberapa bulan ke depan.

Penghapusan poin tentang bantuan atas kubah besi Israel, berarti penundaan penyaluran bantuan tambahan yang cukup besar ke Israel, dan hal ini sangat jarang terjadi.

AS Ancam Lebanon karena Terima Bahan Bakar dari Iran

Menanggapi masuknya truk-truk pengangkut bahan bakar dari Iran ke Lebanon, Departemen Keuangan Amerika Serikat mengancam akan menjatuhkan sanksi ke negara itu.

Tanker minyak Iran tiba di Lebanon

Departemen Keuangan Amerika Serikat, Jumat (17/9/2021) memperingatkan pemerintah Lebanon bahwa impor minyak dari Iran tidak akan menguntungkan negara itu.

Depkeu AS mengklaim, aktivitas Hizbullah sudah melemahkan instansi-instansi pemerintah Lebanon, dan mungkin saja dapat menjerumuskan Lebanon ke dalam sanksi.

Juru bicara Pusat Media Regional Dubai, Departemen Luar Negeri AS, Geraldine Griffith mengatakan, "Dalam pandangan Presiden Joe Biden, impor energi dan minyak dari Iran tidak menguntungkan rakyat Lebanon."

Kenyataannya, di tengah terus memburuknya krisis ekonomi dan kelangakaan bahan bakar di Lebanon, Iran mengirim tanker-tankernya ke Lebanon, dan mendapat sambutan luas rakyat negara itu.

Para pengamat percaya masuknya konvoi truk pengangkut bahan bakar Iran ke Lebanon telah merusak kalkulasi AS, dan mematahkan blokade ekonomi Washington atas Beirut.

Ini Penyebab KTT AS, Prancis, Jerman dan Inggris di PBB Dibatalkan

Pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS mengatakan pertemuan Rabu antara para pemimpin Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan Inggris tidak akan diadakan di markas besar PBB di New York.

Media AS, Hill hari Selasa (21/9/2021) melaporkan, para pejabat AS mengumumkan pembatalan KTT AS, Prancis, Jerman dan Inggris.

"Saya pikir program tingkat menteri mencegah pertemuan ini. Tetapi banyak pejabat dari negara-negara ini akan bertemu dengan cara lain," kata seorang pejabat senior deplu AS.

Pejabat deplu AS ini tidak secara khusus menyinggung alasannya, tapi media AS mengaitkan pembatalan ini dengan perselisihan diplomatik yang tidak biasa baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Prancis sebagai alasan pembatalan tersebut.

Seorang pejabat senior pemerintahan Joe Biden kepada wartawan pada hari Senin mengatakan bahwa presiden AS berharap bisa berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas jalan ke depan serta komitmen mendalamnya terhadap aliansi AS dan Prancis.

Pemerintah Prancis sebelumnya secara terbuka menyatakan ketidakpuasan dengan pengumuman aliansi tripartit antara Amerika Serikat, Inggris dan Australia, yang menyebabkan pembatalan kontrak 56 miliar euro oleh perusahaan Prancis dengan pemerintah Australia untuk membangun kapal selam.

 

Tags