Okt 07, 2021 13:46 Asia/Jakarta
  • Iran dan Republik Azerbaijan
    Iran dan Republik Azerbaijan

Di saat Iran dan Republik Azerbaijan menekankan perluasan hubungan bilateral dalam koridor kebijakan bertetangga dan kesamaan sejarah, agama dan budaya, selama beberapa hari terakhir sejumlah pergerakan negatif mengancam hubungan Tehran-Baku.

Wajar jika di kondisi saat ini, ketika petinggi Tehran dan Baku tidak berhasil mengontrol kondisi panas dan sejumlah intervensi asing di urusan dalam negeri masing-masing, maka yang akan terjadi adalah hubungan kedua negara bertetangga dan Muslim ini akan dibayangi pendekatan permusuhan.

Pengalaman selama beberapa tahun terakhir telah membuktikan fakta ini bahwa meski ada kecenderungan dan minat bangsa kedua negara Muslim dan tetangga ini untuk memperluas hubungan timbal balik, namun sejumlah intervensi asing tetap memberi dampak negatib bagi proses positif dan efektif hubungan bilateral ini. Meski demikian, selama beberapa hari terakhir, sejumlah fenomena intervensi poros musuh terhadap hubungan Tehran-Baku yang mengalami peningkatan ini telah memberi peluang untuk merusak hubungan kedua negara bertetangga ini, dan mendorong hubungan ini ke arah kehancuran.

Dalam hal ini, tak diragukan lagi bahwa perilaku tak pantas sejumlah pejabat pemerintah Baku dan statemen petinggi Republik Azerbaijan selama beberapa hari terakhir malah membantu proses ini. Para pejabat pemerintah Ilham Aliyev termasuk presiden sendiri, baru-baru ini menguak bantuan pihak asing kepada Baku selama perang Karabakh. Presiden Azerbaijan juga mengakui sejumlah perilaku tak bersahabat termasuk memuji bantuan Rezim Zionis Israel selama perang Karabakh kedua.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev

Sebagian pergerakan presiden Azerbaijan ini menuai tanggapan luas media regional dan internasional.

Poin yang patut direnungkan di bidang ini adalah kritik media Zionis dan Amerika atas perilaku Presiden Ilham Aliyev. Misalnya, Richard Kauzlarich, mantan dubes AS di Baku dan pakar politik, menilai keliru dan tak pantas langkah terbaru Aliyev foto bareng dengan drone Israel “Harop” dan membelainya.”

Ia menyebut langkah tersebut tak ubahnya melempar kayu ke sarang lebah dan menjelaskan, “Jika transformasi di kawasan ini semakin memburuk, siapa yang akan membantu Azerbaijan ? Saya tidak berpikir Turki bersedia terlibat perang. Saya juga meragukan Rusia. Sementara Amerika sendiri terlilit banyak masalah. Republik Azerbaijan saat ini dalam kondisi buruk.”

Terlepas dari kritik sekutu pemerintah Ilham Aliyev atas perilaku provokatif terbaru presiden Azerbaijan ini, harus dikatakan bahwa kesabaran Tehran sampai saat ini telah mencegah meletusnya tensi kedua negara bertetangga ini. Bagaimanapun juga, pengguliran isu bantuan asing kepada Republik Azerbaijan untuk menang di perang Karabakh kedua dan memiliki pangkalan militer di wilayah utara Aras, telah membangkitkan respon petinggi Iran.

Sekaitan masalah ini, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian menyatakan, “Tehran tidak akan membiarkan kehadiran militer Israel di dekat perbatasannya dan aksi-aksi destruktif rezim ini untuk mengubah geopolitik di kawasan dan perbatasan Republik Azerbaijan dan Armenia.”

Setelah pembebasan wilayah Azerbaijan, terjadi berbagai peristiwa yang tidak diinginkan di kawasan Kaukasus selatan. Di antaranya pergerakan Israel di Kaukasus selatan dan wilayah Republik Azerbaijan.

Israel dengan menyalahgunakan kesempatan yang ada berusaha keras untuk untuk mendekati perbatasan Iran dengan mengambil sebagian wilayah Republik Azerbaijan. Dalam hal ini, Farid Shafiyev, direktur pusat analisa hubungan internasional dan pakar politik dan keamanan mengakui, “Di tahun 2005, Iran dan Republik Azerbaijan berdasarkan kesepakatan, berkomitmen untuk tidak mengijinkan pihak ketiga memanfaatkan wilayah kedua negara untuk melawan pihak salah satu di antara mereka.”

Meski ada perjanjian ini, tidak jelas mengapa petinggi Baku senantiasa mengungkapkan bantuan pihak asing demi kemenangan Republik Azerbaijan di perang Karabakh kedua, dan menggulirkan isu pangkalan militer rahasia Israel di wilayah negara ini.

Selain penandatanganan kesepakatan tahun 2005, petinggi Tehran dan Baku senantiasa menekankan fakta ini bahwa mereka tidak akan mengijinkan pihak asing merusak hubungan dan kerja sama kedua negara yang terus mengalami peningkatan. Khususnya bahwa Iran dan Republik Azerbaijan memiliki kerja sama di proyek penting seperti proyek koridor internasional utara-selatan serta proyek serupa lainnya.

Di kondisi seperti ini, tak diragukan lagi bahwa pelarangan lalu lalang truk Iran ke Armenia dari jalur bersama antara Republik Azerbaijan dan Armenia sebuah isu parsial dan dapat diselesaikan dengan mudah. (MF)

 

 

Tags