Okt 09, 2021 10:02 Asia/Jakarta

Rusia dan Cina telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan bahwa aktivitas biologis AS di luar negeri menimbulkan ancaman serius bagi keamanan nasional dan kawasan mereka.

Pernyataan bersama itu diumumkan pada pertemuan Komite Majelis Umum PBB pertama tentang larangan penyebaran senjata biologis, yang menyatakan bahwa lebih dari 200 laboratorium biologi AS beroperasi di luar negeri secara tidak transparan, dan itu menimbulkan pertanyaan di komunitas internasional, apakah kegiatan ini sesuai dengan Konvensi Senjata Biologi.

Ruang sidang Majelis Umum PBB

Rusia dan Cina memperingatkan bahaya dan ancaman serius yang ditimbulkan oleh laboratorium biologi AS di seluruh dunia, terutama di sekitar kedua negara, menunjukkan pengabaian Washington terhadap kehidupan manusia di bumi dan upaya berkelanjutannya untuk mengembangkan senjata pemusnah massal.

Meskipun Amerika Serikat adalah anggota Konvensi Senjata Biologi, yang diratifikasi pada tahun 1972 dan telah berlaku sejak tahun 1975, tetapi negara ini sebenarnya merupakan pelopor dalam pengembangan berbagai jenis senjata yang tidak manusiawi.

Selama beberapa dekade terakhir, Amerika Serikat telah membangun jaringan luas laboratorium biologi di seluruh dunia, dari Eropa hingga Afrika dan Asia Tenggara.

Sekaitan dengan hal ini, selain memiliki puluhan laboratorium biologi besar di dalam negeri, dalam beberapa tahun terakhir Amerika Serikat telah memberikan perhatian khusus pada pengembangan laboratorium senjata biologis di luar negeri. Sebagaian justru memberikan perkiraan dan menyebut jumlah laboratorium ini telah meningkat menjadi lebih dari 200 laboratorium biologi di seluruh dunia.

Laboratorium biologi militer utama AS yang mampu memproduksi virus adalah "laboratorium Kelas 4". Sebenarnya, Washington telah memindahkan laboratorium ini keluar dari Amerika Serikat untuk mencegah bencana biologis yang pernah terjadi di Amerika Serikat di masa lalu.

Rusia dan Cina telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan bahwa aktivitas biologis AS di luar negeri menimbulkan ancaman serius bagi keamanan nasional dan kawasan mereka.

Selain itu, lokasi laboratorium tersebut, terutama yang berada di negara-negara yang dekat dengan Rusia dan Cina, ternyata menciptakan ancaman biologis terhadap dua pesaing utama internasional Amerika Serikat.

Dalam hal ini, Moskow sebelumnya telah menyatakan langkah AS untuk membangun laboratorium biologi di Georgia sebagai pelanggaran terhadap semua konvensi internasional dan ancaman bagi Moskow dan Beijing.

Setelah runtuhnya Uni Soviet, Amerika Serikat mendirikan laboratorium biologi di Ukraina, Georgia, Uzbekistan, Republik Azerbaijan, dan Kazakhstan.

Sejatinya, Amerika Serikat telah memusatkan aktivitas biologisnya di negara-negara persemakmuran dengan segala cara yang mungkin sejalan dengan tujuannya yang tidak manusiawi.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menekankan bahwa pengembangan serangkaian faktor-faktor biologis yang ditargetkan di negara-negara persemakmuran, terutama di dekat Rusia, mungkin terkait dengan pengembangan senjata biologis baru, yang dapat berdampak buruk pada rakyat Rusia dan negara-negara tersebut.

"Negara-negara Persemakmuran harus menghadapi ancaman biologis yang ditimbulkan oleh Amerika Serikat. Di mana laboratorium Amerika telah didirikan, berbagai penyakit segera menyebar," kata Igor Nikulin, seorang ahli senjata tidak konvensional.

Pentagon

Pendirian laboratorium semacam itu oleh Pentagon di dekat perbatasan Rusia-Cina, selain merusak keamanan biologis kawasan dan menciptakan ancaman biologis, merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian internasional, khususnya Konvensi 1972 yang melarang pembuatan dan penggunaan senjata biologis.

Pelanggaran yang meluas terhadap praktik keamanan biologis oleh Amerika Serikat telah terjadi selama bertahun-tahun, dan ini merupakan ancaman yang signifikan bagi masyarakat dunia. Namun tidak ada hukuman untuk ini, dan komunitas internasional tetap diam dalam menghadapi aktivitas biologis Amerika Serikat yang merusak ini.

Tags