Okt 11, 2021 14:06 Asia/Jakarta
  • AS Dianggap telah Kehilangan Peluang Bersaing dengan Cina

Mantan kepala perangkat lunak Pentagon mengatakan, Washington akan kehilangan peluang untuk bersaing dengan Beijing dalam beberapa tahun ke depan karena lambatnya kemajuan teknologi AS.

"Laju perubahan yang lambat di bidang teknologi AS mendorong saya untuk mengundurkan diri karena saya tidak tahan melihat Cina menyusul negara saya," kata Nicolas Chaillan seminggu setelah mengundurkan diri.

"Kami tidak punya peluang untuk bersaing dengan Cina dalam 15 sampai 20 tahun. Beijing akan mendominasi dunia di masa depan karena kemajuannya dalam kecerdasan buatan dan kemampuan dunia maya," tambahnya seperti dikutip Klub Jurnalis Muda (YJC) Iran, Minggu (10/10/2021).

Chaillan mengundurkan diri sebagai protes atas lambatnya perubahan teknologi di militer AS. Menurutnya, kegagalan untuk menanggapi siber Cina dan ancaman lainnya membahayakan masa depan AS.

Mengenai keamanan siber AS, Chaillan menuturkan bahwa di beberapa kantor pemerintah, keamanan siber seperti taman kanak-kanak. Google enggan bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS, dan ini menjadi salah satu faktor yang memperlambat kemajuan AS di bidang kecerdasan buatan.

Chaillan (37 tahun) telah menghabiskan waktu tiga tahun untuk meningkatkan keamanan siber dan sebagai kepala perangkat lunak pertama di Angkatan Udara AS.

Pada Juli lalu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa departemennya akan mengembangkan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab sebagai prioritas.

"Investasi baru senilai 1,5 miliar dolar akan mempercepat adopsi kecerdasan buatan oleh Pentagon selama lima tahun ke depan," ucapnya. (RM)

Tags