Okt 13, 2021 17:25 Asia/Jakarta
  • Peter Meijer, anggota DPR AS dari Partai Republik
    Peter Meijer, anggota DPR AS dari Partai Republik

Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Republik mengatakan, Washington berada dalam posisi yang lemah di hadapan Taliban.

Stasiun televisi Fox News, Selasa (12/10/2021) melaporkan, perundingan dua hari pemerintah AS dan Taliban di Doha, Qatar ditutup hari Senin. Perundingan ini adalah pertemuan langsung pertama kedua pihak setelah penarikan pasukan AS dari Afghanistan yang penuh cacat, dan setelah Afghanistan dikuasai Taliban.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan, perundingan dengan Taliban berlangsung transparan dan profesional, dan di dalamnya ditekankan bahwa penilaian terhadap Taliban tergantung dari sikap kelompok ini bukan dari statemennya.

Anggota DPR AS dari Republik, Peter Meijer kepada Fox News menuturkan, "Taliban didukung oleh sekutu lamanya termasuk pemerintah Pakistan, tapi kami sampai sekarang belum melihat indikasi apa pun yang menunjukkan AS bisa mempengaruhi kelompok itu."

Menurutnya ide penggunaan kemampuan AS untuk melancarkan serangan udara jarak jauh ke Afghanistan, pasti akan menyingkap kelemahan AS sendiri.

"Sebagaimana yang kita saksikan dalam serangan 30 Agustus 2021, yang dilancarkan untuk membalas serangan teror di Bandara Kabul, dalam sebuah serangan drone yang keliru kita telah membunuh seorang pekerja sosial dan tujuh anak-anak," paparnya.

Peter Meijer menjelaskan, sampai sekarang lebih dari 100 warga AS masih berada di Afghanistan, dan mungkin saja Taliban menyandera mereka. Sementara sampai sekarang belum ada program dari pemerintah Joe Biden untuk membebaskan mereka. (HS)

Tags