Okt 13, 2021 18:54 Asia/Jakarta
  • Dirjen IAEA Rafael Grossi
    Dirjen IAEA Rafael Grossi

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, IAEA mengecam serangan terhadap fasilitas nuklir negara dunia, tapi menolak menyebutkan pelaku sabotase di fasilitas nuklir Iran. Menurutnya, ia tidak punya kewajiban untuk mengatakan siapa pelakunya.

Dikutip Fars News, Rabu (13/10/2021), Rafael Grossi dalam wawancara dengan situs Energy Intelligence terkait inspeksi IAEA di Iran mengatakan, “Peran kami di Iran urgen, dan selamanya akan seperti itu, karena kami menginpeksi program nuklir secara keseluruhan, dan lebih jauh dari kesepakatan nuklir JCPOA.”
 
Ia menambahkan, “JCPOA sebagaimana dijelaskan di dalamnya, merupakan langkah timbal balik, dan sungguh disayangkan setelah Amerika Serikat keluar dari JCPOA, Iran secara bertahap mengurangi komitmen nuklirnya.”
 
Grossi menjelaskan, “Terkait sabotase di fasilitas nuklir Iran, saya sama sekali tidak punya peran penyelidikan dan politik, saya menjaga posisi saya karena punya tanggung jawab. Bukan kewajiban saya memberikan penafsiran politik soal pelaku sabotase ini. Saya tidak punya kemampuan menyelidiki, dan mengetahui kemungkinan yang terjadi.”
 
“Tapi dalam kasus khusus ini saya katakan bawa telah terjadi sebuah peristiwa yang menyebabkan beberapa peralatan kami rusak. Tentu kami memahami kekecewaan mereka yang ingin Dirjen IAEA menyebutkan negara mana pelaku sabotase. Saya tidak punya kewajiban, namun dengan tegas saya katakan bahwa kekerasan sampai kapan pun tak akan menyelesaikan masalah,” pungkasnya. (HS)

Tags