Okt 14, 2021 08:51 Asia/Jakarta

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada hari Selasa (12/10/2021) setelah bertemu dengan mitranya dari AS Victoria Nuland di Moskow mengatakan, "Sulit untuk mendamaikan posisi kami. Amerika tidak mendengarkan logika dan tuntutan kami. Namun terlepas dari semua ini, negosiasi itu berguna."

Sementara itu, Victoria Nuland mengatakan bahwa topik utama pembicaraan adalah pembentukan hubungan "stabil dan dapat diprediksi" antara kedua negara.

Menurut Ryabkov, salah satu isu terpenting yang dibahas antara Rusia dan Amerika Serikat adalah masalah visa dan aktivitas diplomat di konsulat kedua negara, yang berada dalam keadaan bergejolak akibat gelombang pengusiran timbal balik. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, meskipun masalah itu didiskusikan secara terbuka dengan pejabat AS, situasinya belum membaik.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov

Nuland termasuk dalam daftar diplomat yang dilarang memasuki Rusia, dan hanya diizinkan memasuki negara itu selama tiga hari untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Rusia.

Amerika Serikat dan Rusia memiliki perbedaan yang mendalam mengenai krisis regional, saling tudingan atas campur tangan pemilu, serangan siber, kontrol senjata, dan banyak lagi. Namun kedua kekuatan itu mencoba untuk melanjutkan dialog tentang isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Sejak Joe Biden menjabat sebagai presiden baru AS pada Januari 2021, pendekatan konfrontasi Washington dengan Rusia telah berlipat ganda. Pemerintah Biden, yang secara terbuka anti-Rusia, telah mengintensifkan sikap dan tindakannya terhadap Moskow.

Pakar politik Ian Bremer percaya bahwa hubungan AS-Rusia selama periode Biden "mungkin akan menjadi yang terburuk sejak runtuhnya Uni Soviet".

Tren tekanan anti-Rusia dari Washington kini semakin intensif dengan berbagai dalih.

Di arena diplomatik, pemerintahan Biden telah mengusir diplomat Rusia dengan dalih campur tangan Rusia dalam pemilihan umum presiden AS dan serangan siber terhadap lembaga-lembaga AS, yang tentu saja mendapat reaksi keras dari Moskow. Sebaliknya, Moskow telah juga berulang kali menuduh Amerika Serikat ikut campur dalam pemilihan umum Rusia dan secara terbuka mendukung oposisi.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada hari Selasa (12/10/2021) setelah bertemu dengan mitranya dari AS Victoria Nuland di Moskow mengatakan, "Sulit untuk mendamaikan posisi kami. Amerika tidak mendengarkan logika dan tuntutan kami. Namun terlepas dari semua ini, negosiasi itu berguna."

Di bidang peperangan psikologis, untuk pertama kalinya, Biden sebagai pejabat tertinggi Amerika, secara eksplisit menggambarkan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai seorang pembunuh tak berjiwa dalam ungkapan non-diplomatik. Ini menunjukkan kebencian dan rasa jijik presiden Amerika terhadap presiden Rusia.

Di bidang ekonomi dan perdagangan, seperti pemerintahan Trump, pemerintahan Biden sangat menentang setiap perkembangan hubungan Rusia dengan Eropa, khususnya mengenai proyek pipa gas Nord Stream 2, dan terus memberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan Rusia yang terlibat dalam proyek tersebut.

Di bidang militer dan keamanan, Amerika Serikat bersama NATO telah memasuki fase dukungan aktif untuk Ukraina dan telah mengambil langkah-langkah provokatif, seperti mengadakan latihan bersama dan memberikan bantuan militer dan senjata kepada pemerintah Kiev.

Itu sebabnya, setelah pertemuan Biden-Putin di Jenewa pada Juni 2021 dan kesepakatan untuk mengadakan pembicaraan bilateral, perbedaan antara kedua negara tetap kuat.

Pada akhir September, misalnya, diadakan pertemuan antara pejabat kedua negara tentang stabilitas strategis dan kontrol senjata. Menyusul persetujuan pemerintahan Biden atas perpanjangan lima tahun dari perjanjian START yang baru, Rusia ingin menghidupkan kembali kesepakatan senjata lainnya, seperti Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) dan Perjanjian Open Skies, di mana Amerika Serikat telah menarik diri darinya di bawah pemerintahan Trump.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland

Sekalipun demikian, negosiasi ini belum mencapai hasil tertentu karena perbedaan antara kedua belah pihak.

Sekarang, putaran baru pembicaraan antara Moskow dan Washington, yang berfokus untuk mengakhiri perang diplomatik antara kedua belah pihak, juga telah berakhir dengan kegagalan. Secara keseluruhan, isu-isu ini menunjukkan bahwa tidak ada pandangan positif untuk meningkatkan hubungan AS-Rusia.

Tags