Okt 18, 2021 10:11 Asia/Jakarta

Puluhan ribu warga Italia, terutama pekerja, berunjuk rasa di Roma, ibukota negara ini, pada Sabtu (16/10/2021) untuk memprotes penyebaran fasisme, serangan oleh pendukung partai sayap kanan ekstrem dan undang-undang pembatasan oleh pemerintah Italia.

Sekitar 100.000 orang menghadiri demonstrasi tersebut. Di antara mereka adalah politisi sayap kiri dan anggota Parlemen Eropa. Slogan demonstrasi ini adalah "Tidak pernah untuk kembalinya fasisme".

Konfederasi Umum Buruh Italia (CGIL), Konfederasi Serikat Pekerja Italia (CISL) dan Serikat Buruh Italia (UIL) menggelar aksi protes menanggapi aksi kekerasan pekan lalu yang meletus setelah warga keberatan dengan sertifikasi digital vaksin Corona.

Demonstrasi menentang fasisme di Italia

Setelah protes 9 Oktober menentang vaksinasi wajib di Italia, para aktivis sayap kanan Italia menggunakan kekerasan dan menyerang kantor Konfederasi Umum Buruh Italia.

Presiden CGIL, Maurizio Landini, menyamakan serangan itu dengan serangan fasis tahun 1921, dan mengatakan, "Demonstrasi hari Sabtu adalah untuk membela demokrasi."

Dalam beberapa tahun terakhir, partai dan gerakan sayap kanan ekstrem di Italia telah tumbuh pesat dan mencapai kesuksesan yang signifikan dalam pemilihan umum parlemen.

Partai-partai ini telah memenangkan opini publik dengan penuh oportunisme, mengingat nasib para imigran ilegal dan pencari suaka di Italia, yang telah meningkatkan ketidakpuasan publik.

Italia adalah negara Eropa pertama di jalur pencari suaka dari Afrika untuk melakukan perjalanan dengan penuh risiko ke Eropa dengan perahu yang tidak aman, dan itulah sebabnya pemerintah negara ini selalu bergulat dengan masalah besar ini.

Di sisi lain, masalah ekonomi yang berkembang akibat wabah virus Corona dan COVID-19, serta peraturan baru tentang vaksinasi wajib, telah menyebabkan banyak warga protes. Para pendukung sayap kanan ekstrem, yang menentang tindakan pemerintah dalam hal ini, memanfaatkan kesempatan emas untuk menarik perhatian warga Italia pada slogan dan partai serta gerakan sayap kanan.

Puluhan ribu warga Italia, terutama pekerja, berunjuk rasa di Roma, ibukota negara ini, pada Sabtu (16/10/2021) untuk memprotes penyebaran fasisme, serangan oleh pendukung partai sayap kanan ekstrem dan undang-undang pembatasan oleh pemerintah Italia.

Tentu saja, penyebaran sayap kanan di Eropa telah menjadi hal yang biasa dalam beberapa tahun terakhir, dan pandemi Corona telah berkontribusi pada hal ini.

Ketidakpuasan warga Eropa terhadap peraturan pemerintah yang ketat di bidang ini, termasuk karantina, penutupan bisnis, dan vaksinasi paksa, telah menyebabkan protes luas dalam dua tahun terakhir di negara-negara seperti Jerman, Prancis, Belanda, Italia, dan Inggris.

Saat ini, salah satu isu terpenting di Eropa dalam dimensi politik dan sosial adalah pembentukan dan pertumbuhan berbagai gerakan dan partai sayap kanan ekstrem yang meningkatkan kekuatan dan pengaruhnya serta memperoleh lebih banyak pendukung.

Penolakan terhadap imigran, serta wewenang Uni Eropa adalah kesamaan penting dari partai-partai ini.

Ketidakpuasan luas masyarakat di negara-negara Eropa terhadap partai-partai tradisional di Eropa telah menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam perhatian atas partai-partai sayap kanan ekstrem di berbagai negara di Benua Biru.

Krisis ekonomi tahun 2008 dan konsekuensinya yang mengerikan, peningkatan masuknya imigran gelap dan pencari suaka ke negara-negara Eropa, serta meningkatnya kritik terhadap Uni Eropa dan ketergantungan negara-negara Eropa pada lembaga ini serta seruan untuk lebih independen dalam bersikap merupakan sejumlah alasan dari masalah ini.

Bendera Uni Eropa

Sementara itu, pandemi Corona dan protes yang bersumber darinya semakin memicu fenomena berbahaya ini.

Mengingat bahwa penyebaran luas kekerasan yang dilakukan oleh para pendukung sayap kanan ekstrem Eropa terhadap mereka yang menenteng, minoritas dan penganiayaan terhadap pencari suaka, fenomena ini telah menjadi ancaman keamanan yang serius bagi negara-negara Eropa.

Tags