Okt 26, 2021 10:50 Asia/Jakarta
  • KTT ASEAN Digelar Minus Pemimpin Junta Myanmar

ASEAN hari ini menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) virtual mengenai Mynamar tanpa kehadiran pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, juga dijadwalkan hadir di salah satu sesi.

Reuters melaporkan bahwa ASEAN hanya akan mengundang perwakilan non-politik dari Myanmar. Namun, mereka akhirnya menggelar KTT tanpa kehadiran perwakilan dari Myanmar.

Keputusan untuk tidak mengundang salah satu pemimpin negara dalam KTT ini dianggap sangat langka karena ASEAN sejak dulu memegang prinsip non-intervensi.

Ketua ASEAN saat ini, Brunei, memutuskan untuk tak mengundang Min Aung Hlaing karena sebagian anggota menentang kehadirannya.

 

Bendera negara-negara anggota ASEAN

 

Para anggota itu menganggap Min Aung Hlaing tak layak diundang karena tidak menunjukkan komitmen menjalankan lima konsensus yang disepakati dalam KTT sebelumnya di Jakarta.

Poin konsensus itu mencakup kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan, dialog konstruktif untuk mencari solusi damai, dan ASEAN akan memfasilitasi mediasi.

Selain itu, konsensus itu juga menyebut ASEAN harus diberikan akses untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar melalui AHA Center. Di samping itu, ASEAN juga bakal mengirimkan utusan khususnya ke Myanmar.

Namun, menurut mayoritas anggota ASEAN, termasuk Indonesia, Myanmar tak menunjukkan progres pemenuhan kelima poin konsensus itu.

 

Menlu Malaysia

 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah mengatakan, ASEAN harus melakukan "telaah nurani" pada kebijakan non-intervensi yang diterapkannya selama puluhan tahun, mengingat kondisi kritis di Myanmar saat ini.

Menlu Malaysia menilai prinsip non-intervensi telah berkontribusi pada ketidakmampuan ASEAN untuk membuat keputusan yang efektif dengan cepat. Dia juga mengusulkan langkah menuju kebijakan baru tentang keterlibatan konstruktif, yang disebutnya prinsip non-indiferen.(PH)

 

 

 

 

 

Tags