Nov 14, 2021 22:27 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi pasukan Taliban di Kabul.
    Ilustrasi pasukan Taliban di Kabul.

Sejumlah warga Afghanistan menggelar demonstrasi menentang Taliban di Kabul. Mereka menuduh Taliban tidak memenuhi janjinya dan menyeru komunitas internasional untuk tidak mengakui kelompok itu sebelum melaksanakan janjinya.

Dikutip dari kantor berita Afghanistan (AVA), para demonstran berkumpul di distrik keamanan keempat Kabul pada hari Minggu (14/11/2021). Mereka mengkritik kinerja Taliban selama tiga bulan terakhir dan menyeru komunitas internasional untuk tidak memberikan pengakuan, karena Taliban tidak memenuhi janjinya terkait hak-hak sipil, pemerintahan yang inklusif, dan pendidikan anak perempuan.

Tuba Lotfi, salah satu panitia aksi, mengatakan kepada AVA bahwa Taliban belum memenuhi komitmen mereka. Oleh karena itu, komunitas internasional tidak boleh mengakui kelompok itu sampai memenuhi komitmennya.

Menurutnya, setelah presiden Afghanistan melarikan diri dan menyerahkan pemerintah kepada Taliban, kelompok itu telah melanggar janjinya di semua bidang.

Dia mencatat Taliban mengaku telah memberikan amnesti massal, tetapi sekarang di berbagai daerah, rumah-rumah dari puluhan orang, termasuk mantan tentara, dihancurkan dengan berbagai alasan, warga disiksa, dianiaya, dan dipindahkan secara paksa atau dibunuh.

"Perempuan telah dirampas hak-hak dasarnya dan dilecehkan di berbagai provinsi. Anak perempuan juga dilarang pergi ke sekolah selama hampir tiga bulan," ungkapnya.

Dia menuntut mantan Presiden Ashraf Ghani diadili, dan mengatakan di mata rakyat Afghanistan, Ashraf Ghani adalah satu-satunya penyebab kesengsaraan bagi rakyat, dan masyarakat internasional harus mengadilinya. (RM)

Tags