Nov 16, 2021 18:01 Asia/Jakarta
  • Krisis pengungsi di perbatasan Belarus dan Polandia.
    Krisis pengungsi di perbatasan Belarus dan Polandia.

Menteri Pertahanan Belarus Viktor Khrenin mengatakan kegiatan militer NATO di perbatasan Belarus terlihat seperti sedang mempersiapkan perang.

Dia menyatakan keprihatinan atas penambahan pasukan NATO di perbatasan negaranya.

"Pasukan NATO sedang berlatih formasi tempur dan masalah ini tidak luput dari pengamatan kami," kata Khrenin seperti dikabarkan Farsnews, Selasa (16/11/2021).

Mengenai krisis imigran di perbatasan Belarus-Polandia, Khrenin menuturkan krisis ini diciptakan oleh Polandia dengan tujuan untuk menekan Belarus, karena mereka mencoba memprovokasi dan menyeret kita ke dalam konflik yang berbahaya.

Para menteri luar negeri Uni Eropa sepakat pada hari Senin untuk memperpanjang sanksi terhadap Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan sekutunya, serta entitas atau individu yang mengarahkan imigran ke perbatasan.

Para pejabat Eropa mengatakan sanksi baru itu diperkirakan akan menargetkan sekitar 30 pejabat Belarus, maskapai penerbangan negara, dan agen perjalanan.

Pemerintah Amerika Serikat juga mengumumkan sedang mempersiapkan sanksi baru terhadap Lukashenko.

Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan pencari suaka, termasuk perempuan dan anak-anak, berkumpul di perbatasan Polandia-Belarusia dengan harapan dapat masuk ke wilayah Uni Eropa.

Polandia telah menambah pasukan garda perbatasan dan mengirim tentara ke daerah perbatasan. Warsawa menuduh pemerintah Minsk terlibat dalam krisis imigran, sebuah tuduhan yang dibantah oleh otoritas Belarus. (RM)

Tags