Nov 27, 2021 15:56 Asia/Jakarta
  • Ansarullah Yaman
    Ansarullah Yaman

Peristiwa terbaru yang terjadi di Yaman menunjukkan upaya Arab Saudi untuk mencari jalan keluar dari perang di tengah perbedaan pendapat dengan sekutu-sekutu utamanya.

Surat kabar Lebanon, Al Akhbar, Jumat (26/11/2021) melaporkan, ada indikasi AS berusaha meyakinkan Arab Saudi tentang urgensi menghentikan perang secepat mungkin, dan tanpa syarat dari Riyadh bahwa pihak ketiga harus terjun ke medan tempur untuk memukul mundur Ansarullah.
 
Pada pertemuan yang digelar tanggal 14 Juni 2021 antara Deputi Menteri Luar Negeri AS Joey Hood dengan sejumlah diplomat negara pesisir Teluk Persia, di Washington, pejabat Deplu AS itu mengatakan sekarang tidak ada yang bisa mempengaruhi sikap Houthi, bahkan setelah namanya dihapus dari daftar teroris AS, mereka tetap tidak akan mengubah sikapnya.
 
Hood menambahkan, "Oleh karena itu kami percaya bahwa penghentian operasi militer Saudi, dan keluarnya negara ini dari Yaman, akan membantu mengakhiri perang, meski sulit untuk menerima usulan ini, tapi menurut kami ini langkah yang benar."
 
Dalam pertemuan itu wakil Saudi mengatakan bahwa mundur dari perang Yaman secara tiba-tiba akan memakan biaya besar bagi Riyadh, dan negara lain seperti Qatar, Turki dan Uni Emirat Arab akan memanfaatkan kesempatan ini, sehingga kemungkinan perang akan berlangsung lama. (HS)

Tags