Nov 29, 2021 14:32 Asia/Jakarta
  • Presiden Nicolas Maduro.
    Presiden Nicolas Maduro.

Presiden Nicolas Maduro mengatakan tim pemantau pemilu Uni Eropa berkunjung ke Venezuela untuk melakukan spionase.

"Tim Uni Eropa yang datang ke Venezuela untuk memantau pemilu 21 November menjalankan aksi mata-mata," katanya dalam wawancara dengan televisi nasional Venezuela, seperti dikutip Farsnews, Senin (29/11/2021).

Dia menambahkan "delegasi mata-mata" Uni Eropa tidak menemukan satu alasan pun untuk mengkritik sistem pemilu Venezuela. Mereka adalah delegasi mata-mata, bukan pemantau internasional.

"Mereka bergerak secara bebas di seluruh Venezuela dan memata-matai kehidupan sosial, ekonomi, dan politik," ungkap Maduro.

Menurutnya, tim pemantau Uni Eropa datang ke Venezuela sebagai musuh dan mencoba menodai proses pemilu yang digelar tanpa cacat dan demokratis, tetapi mereka telah gagal.

"Uni Eropa tidak bisa menodai proses pemilu, itu sempurna dan indah," tegas Maduro.

Venezuela melaksanakan pemilu tingkat provinsi dan kota pada 21 November 2021. Menurut Dewan Nasional Pemilu Venezuela, partai berkuasa meraih kemenangan yang besar dalam pemilu dan memenangkan 20 kursi dari total 23 kursi gubernur. Partai Maduro juga mengamankan 210 jabatan wali kota. (RM)

Tags