Nov 29, 2021 15:21 Asia/Jakarta
  • Dmitry Peskov.
    Dmitry Peskov.

Pemerintah Rusia membantah tuduhan bahwa pihaknya mengerahkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina, dan menyebut kampanye hitam terhadap Rusia sebagai cara untuk mengalihkan perhatian publik dari operasi militer Ukraina di Donbass.

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai media menuding Rusia sedang bersiap untuk menyerang Ukraina dan mengirim pasukannya di dekat perbatasan kedua negara.

Istana Kremlin dalam sebuah pernyataan hari Minggu (28/11/2021), membantah semua tuduhan itu, dan menyebutnya sebagai kampanye anti-Rusia yang bertujuan mengalihkan perhatian publik dari operasi militer Ukraina di Donbass.

"Pernyataan bahwa Rusia berniat menyerang siapa pun atau menyalahkan Moskow untuk perilaku agresif, tidak berdasar dan tidak tepat," tegas pernyataan itu seperti dikutip media Iran, Klub Jurnalis Muda (YJC).

Dalam hal ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia adalah negara yang mengedepankan perdamaian dan tertarik pada hubungan yang baik dengan tetangganya.

Menurut Peskov, tuduhan tentang rencana agresif Rusia mungkin dimaksudkan untuk menyamarkan persiapan untuk skenario kekuatan di Donbass. (RM)

Tags