Nov 30, 2021 12:41 Asia/Jakarta

Perwakilan Uni Eropa dan Taliban bertemu di Doha untuk membahas berbagai masalah, termasuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke Afghanistan.

Kementerian luar negeri pemerintah Taliban mengkonfirmasi akhir dari pembicaraan dua hari antara Taliban dan delegasi Uni Eropa di Doha, Qatar, dan mengumumkan perjanjian bilateral untuk mendirikan kantor bantuan kemanusiaan di Kabul.

Abdul Qahar Balkhi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taliban mengatakan kedua pihak membahas pengiriman bantuan kemanusiaan ke Afghanistan, dan jaminan keamanan bagi mereka yang berencana bepergian ke luar Afghanistan. Dia menambahkan bahwa delegasi Taliban juga meminta Uni Eropa memisahkan masalah politik dari bantuan kemanusiaan.

Selain itu, delegasi Taliban di Qatar juga melakukan pembicaraan dengan perwakilan AS dan beberapa pejabat Eropa. Pembicaraan dengan utusan Uni Eropa yang berbasis di Doha dan utusan Inggris untuk Afghanistan yang telah ditempatkan di Qatar sejak Kabul dikuasai Taliban, termasuk di antara agenda pertemuan Taliban di Doha.

Pemerintah Taliban, yang saat ini menghadapi tantangan besar dalam mengelola Afghanistan, sedang mencari bantuan kemanusiaan demi mengatasi tantangan ekonomi negaranya.

 

 

Meskipun Taliban dahulu mengecam kerja sama dengan Barat dalam kerangka ideologi yang mereka nyatakan sebelum berkuasa di Afghanistan pada Agustus 2021, tapi dalam situasi saat ini mereka meminta bantuan dan kerja sama dari negara-negara Barat demi mengatasi masalah yang menimpa negaranya. 

Permintaan bantuan kemanusiaan Taliban terhadap Uni Eropa dan pemisahan bagian dari masalah politik ini menunjukkan bahwa Taliban menginginkan dukungan dan bantuan Barat untuk menstabilkan kondisi Afghanistan, dan mereka menganggap bantuan tersebut sangat diperlukan dalam situasi saat ini.

Pencairan aset yang diblokir selama pertemuan antara menteri luar negeri Taliban dan duta besar Inggris untuk Afghanistan yang berbasis di Doha, adalah salah satu tuntutan utama kelompok untuk mengatasi masalah finansial Afghanistan.

Menurut pemerintah Taliban, tantangan finansial yang melilit kelompok ini tidak akan terselesaikan sampai aset luar negeri Afghanistan di negara-negara Barat dicairkan, dan pemerintah Taliban mungkin menghadapi ketidakpuasan politik dan sosial yang meluas.

Pemerintah Taliban juga meminta Uni Eropa membantu negara ini dalam mengembangkan bandara untuk meningkatkan transportasi barang dan penumpang di Afghanistan. 

Sejak negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat memblokir aset Afghanistan dengan alasan masalah politik, Taliban mencoba membujuk pihak Barat supaya memisahkan bantuan politik dan kemanusiaan, termasuk yang sedang dikejar dalam perundingan di Doha kali ini.(PH)

Tags