Nov 30, 2021 20:46 Asia/Jakarta
  • Perundingan Wina
    Perundingan Wina

Seiring dimulainya babak ketujuh negosiasi Republik Islam Iran dan Kelompok 4+1 di Wina, dukungan atas tuntutan hak Tehran soal pencabutan sanksi sepihak Amerikat terhadap Iran semakin meningkat.

Sikap terbaru di bidang ini adalah penjelasan Wakil tetap Rusia di Organisasi-organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov yang menjelaskan bahwa delegasi Iran bertekad untuk menyukseskan pencabutan sanksi terhadap Tehran di negosiasi Wina. Ia mengatakan, Rusia menilai logis tuntutan Iran tersebut.

Cina sebagai salah satu anggota Kelompok 4+1 juga mengambil sikap serupa. Jubir menteri luar negeri Cina, Wang Wenbin Senin (29/11/2021) mengatakan, Amerika Serikat sebagai pelaku meletusnya krisis di JCPOA, harus mencabut seluruh sanksi ilegal dan sepihak terhadap Iran, serta pihak ketiga seperti Cina.

Kesamaan sikap Cina dan Rusia terkait urgensitas pencabutan sanksi zalim Amerika terhadap Iran yang diterapkan setelah keluarnya negara ini secara ilegal dari JCPOA pada Mei 2018 dalam koridor represi maksimum terhadap Iran, dan terus berlanjut sampai saat ini, dimaksudkan untuk mendukung kebenaran sikap Tehran di bidang ini.

Iran dan Kelompok 4+1 serta Uni Eropa di JCPOA

Sementara itu, Uni Eropa dan pihak Eropa di JCPOA yang dikenal dengan Troika Eropa terpaksa membenarkan kebenaran tuntutan Iran tersebut. Di statemen bersama negara-negara Uni Eropa di sidang Majelis Umum IAEA ke-65 pada September 2021, seraya mengakui dampak keluarnya AS secara sepihak dari JCPOA menjelaskan bahwa mencabut sanksi terhadpa Iran merupakan bagian vital dari kesepakatan nuklir JCPOA.

Di sisi lain, Republik Islam Iran secara transparan dan berulang kali menekankan bahwa tuntutan pencabutan seluruh sanksi zalim Amerika terhadap rakyat Iran dan pembatalannya, merupakan tuntutan utama Iran di perundingan Wina. Masalah ini juga ditegaskan di sela-sela dialog telepon Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dan sejawatnya dari Prancis, Emmanuel Macron.

Selain itu, Tehran menghendaki jaminan dari Amerika terkait tidak akan keluar lagi dari JCPOA serta tidak akan menggunakan kapasitas yang ada terhadap negara-negara anggota JCPOA di perjanjian ini.

Fael  Ibiatov, seorang dosen di universitas Rusia mengatakan, " Mengingat ilegalitas sanksi AS di pucuk blok Barat terhadap Iran dan fakta bahwa Tehran telah melakukan yang terbaik untuk mengklarifikasi program nuklirnya, sekarang saatnya untuk mencabut total sanksi zalim ini."

Sementara itu, Amerika Serikat yang selama beberapa hari terakhir mengambil sikap permusuhan dan penuh ancaman, serta mengklaim jika kemajuan program nuklir Iran terus berlanjut, maka Washington akan meningkatkan represi terhadap Terhan.

Padahal Washington dengan baik memahami bahwa pendekatan sanksi terhadap Iran tidak membuahkan hasil dan malah membuat negara ini semakin terisolasi serta pendekatan ini berlawanan dengan tuntutan global yang menegaskan pencabutan sanksi sepihak terhadap Iran. Mungkin hal ini yang mendorong Jubir Gedung Putih, Jean Psaki mengakui bahwa pendekatan terbaik terhadap Iran adalah diplomasi meski ada klaim bahwa sikap Washington terhadap Tehran dan JCPOA tidak berubah.

Kini ada jalan yang jelas bagi anggota Kelompok 4+1, khususnya Troika Eropa untuk mempertahankan JCPOA. Berlanjutnya kesepakatan ini tergantung pada terpenuhinya tuntutan Iran, yakni pencabutan sanksi sepihak AS terhadap Tehran. Jika ada sabotase dari Washington di kasus ini dengan menggulirkan tuntutan soal perubahan isi perjanjian nuklir atau menggulirkan tuntutan di luar JCPOA selama perundingan Wina serta ketidakpedulian terhadap tuntutan legal Iran, maka dampaknya akan berada di pundak pihak Barat Kelompok 4+1 dan Amerika Serikat. (MF)

 

Tags