Des 04, 2021 14:03 Asia/Jakarta
  • Perundingan Wina
    Perundingan Wina

Media Arab Saudi mengabarkan kebingungan dan perselisihan di tubuh pemerintah Amerika Serikat terkait strategi yang harus ditempuh dalam menghadapi Iran, sehingga menyebabkan ganggungan dalam Perundingan Wina.

Al Sharq Al Awsat, Jumat (3/12/2021) melaporkan, di tengah berlangsungnya Perundingan Wina yang dihadiri Iran dan Kelompok 4+1, muncul pertanyaan apakah kedua pihak perundingan akan saling memberi keunggulan, atau apakah masalah dalam dan luar negeri akan menghapus peluang yang ada.
 
Ditambahkannya, "Terkait tim juru runding Iran, jelas mereka solid dan kali ini mereka mendapat dukungan penuh pemerintah pusat Tehran yang sudah menetapkan sejumlah tujuan, dan bermaksud mewujudkannya. Selain itu, para pengambil keputusan di Iran juga sudah menyiapkan strategi jika perundingan tidak membuahkan hasil."
 
Sementara, imbuhnya, tim juru runding AS nampak kebingungan, dan ini dipicu oleh gangguan di dalam tubuh pemerintah AS terkait cara menghadapi Iran secara umum, dan program nuklirnya secara khusus. Jurang perbedaan yang lebih besar nampak di antara institusi-institusi negara AS, terutama di Kongres.
 
"Di satu sisi ada kubu Republik yang menentang segala bentuk kesepakatan baru atau pencabutan sanksi. Di sisi lain ada kubu Demokrat yang terjebak dalam situasi antara kebutuhan menyelesaikan masalah dengan Iran, dan tidak adanya visi kepempimpinan di pemerintahan Joe Biden," katanya.
 
Menrut Al Sharq Al Awsat, secara praktis dapat dikatakan bahwa delegasi AS merupakan faktor pemicu kekacauan dalam Perundingan Wina. AS berusaha mencapai kesepakatan sementara dengan Iran, dan membuka kesempatan kembali ke JCPOA secara bertahap dengan menutup mata atas dampaknya di kawasan. (HS)

Tags