Des 05, 2021 17:50 Asia/Jakarta
  • Bendera Uni Eropa
    Bendera Uni Eropa

Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Dunia memperingatkan di Athena pada hari Sabtu (04/12/2021) tentang ancaman sayap kanan ekstrem dan populisme ke Eropa. Paus mengatakan bahwa benua ini terkoyak oleh keegoisan nasionalis atas pencari suaka.

"Tindakan simplistik populisme dan sentralisme mengancam demokrasi di Eropa," tambahnya.

Meskipun tidak menyebutkan negara atau pemimpin tertentu, Paus tampaknya merujuk pada gerakan sayap kanan ekstrem akhir-akhir ini di Eropa, terutama di negara-negara timur benua yaitu Polandia dan Hongaria.

Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Dunia

Uni Eropa telah terlibat kontroversi dalam beberapa bulan terakhir dengan Polandia dan Hongaria karena lebih mengambil kebijakan sayap kanan. Dua negara ini berselisih dengan Brussel dengan lebih mendahulukan kedaulatan pemerintah nasionalnya dan menolak banyak keputusan Uni Eropa.

Polandia dan Hongaria menuduh Uni Eropa melemahkan kedaulatan mereka, sementara Brussel melihat pemerintah sayap kanan kedua negara berusaha merusak kebebasan demokratis.

Perlu diketahui bahwa Polandia telah berselisih dengan Uni Eropa mengenai reformasi peradilan selama beberapa tahun.

Sekarang, beberapa tahun setelah Inggris menarik diri dari Uni Eropa, ketegangan antara Polandia dan Uni Eropa mirip dengan periode Brexit.

Hongaria, seperti yang disebut negara "pemberontak" lainnya di Uni Eropa, secara terbuka menolak untuk menerima keputusan Uni Eropa tentang berbagai masalah, termasuk pencari suaka.

Sementara itu, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban telah berulang kali menyerukan kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan Uni Eropa.

Pada saat yang sama, sayap kanan ekstrem di Eropa telah memulai gerakan baru untuk meningkatkan pengaruh mereka terhadap tren politik dan sosial di benua itu.

Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Dunia memperingatkan di Athena pada hari Sabtu (04/12/2021) tentang ancaman sayap kanan ekstrem dan populisme ke Eropa. Paus mengatakan bahwa benua ini terkoyak oleh keegoisan nasionalis atas pencari suaka.

Para pemimpin partai nasionalis dan sayap kanan ekstrem Eropa bertemu di ibu kota Polandia, Warsawa, pada Sabtu (04/12/2021) untuk membentuk koalisi baru sehingga menjadi faksi terbesar kedua di Parlemen Eropa.

"Kami ingin mengubah kebijakan Brussel," tulis Orban di halaman Facebook-nya menjelang pertemuan hari Sabtu (04/12).

Para pejabat dari 14 partai Eropa menghadiri pertemuan tersebut, yang dipandu oleh Jaroslaw Kaczynski, pemimpin partai populis dan sayap kanan Hukum dan Keadilan yang berkuasa di Polandia. Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, Marine Le Pen, Pemimpin Partai Sayap Kanan Ekstrem Front Nasional, dan Santiago Abascal, Pemimpin Partai Vox, Spanyol, adalah tokoh terkemuka dalam rapat umum tersebut.

Sementara Matteo Salvini, Pemimpin Partai Sayap Kanan Lega Nord Italia juga mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pembentukan faksi baru.

"Para peserta dalam pertemuan ini berusaha meminimalkan perbedaan di antara mereka, termasuk masalah seperti hubungan dengan Rusia dan sikap terhadap aborsi," kata Eva Marciniak, peneliti politik di Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia.

Semakin menguatnya gerakan sayap kanan ekstrem di Eropa

Dengan demikian, partai-partai dan para pemimpin sayap kanan di Eropa bermaksud untuk mempengaruhi keputusan dan persetujuan parlemen Eropa ini dengan membentuk faksi besar partai-partai ini di Parlemen Eropa, sesuai dengan keinginan dan tujuan mereka. Namun pada pada dasarnya keinginan ini didasarkan pada perbedaan pendapat lebih besar dan mengubah Uni Eropa kembali ke pemerintah-pemerintah nasional di Eropa.

Tentu saja, ini akan semakin merusak fondasi Uni Eropa dan fondasi fundamentalnya, yakni integrasi Eropa, dan menempatkan masa depannya dalam bahaya yang serius.

Tags