Des 07, 2021 15:03 Asia/Jakarta
  • Perundingan Wina
    Perundingan Wina

Media Amerika Serikat mengatakan bahwa sekarang bukan tahun 2015, dan sulit untuk mengajak Rusia dan Cina bergabung menekan Iran di perundingan nuklir.

The Wall Street Journal, Senin (6/12/2021) menulis, pemerintah Presiden Joe Biden mengaku sulit untuk mengajak Rusia dan Cina bergabung bersama menekan Iran dalam perundingan nuklir di Wina.
 
Menurut media AS ini, jika kelak Washington menganggap Perundingan Wina berada di ujung tanduk dan akan gagal, maka pemerintah Biden kemungkinan terpaksa mendekat ke Cina dan Rusia untuk mengakhiri konflik dengan Iran dalam masalah nuklir.
 
Para pejabat negara Barat juga mengakui bahwa jalan tercepat untuk meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Iran adalah melalui Rusia dan Cina.
 
Wall Street Journal menambahkan, setelah sanksi-sanksi Iran kembali dipulihkan akibat keluarnya AS dari JCPOA, Cina membantu Iran untuk menstabilkan perekonomiannya. Dalam beberapa bulan terakhir, Cina membeli rata-rata 700.000 barel minyak dari Iran setiap harinya.
 
Menurut WSJ, tidak lama setelah Ebrahim Raisi terpilih sebagai Presiden Iran, Rusia dan Cina langsung menyepakati keanggotaan Iran di Organisasi Kerja Sama Shanghai, SCO, dan ini merupakan hadiah dari dua negara tersebut pada Tehran. (HS)

Tags