Des 08, 2021 17:14 Asia/Jakarta
  • Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden
    Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan timpalannya dari AS Joe Biden melalui konferensi video pada hari Selasa (07/12/2021), dan keduanya membahas berbagai masalah.

Menurut Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, fokus pembicaraan adalah di Ukraina, dan Biden menekankan dukungan AS untuk kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.

Sullivan mengatakan Biden telah menjelaskan bahwa jika Rusia menginvasi Ukraina, Amerika Serikat dan sekutunya akan merespons dengan tindakan ekonomi yang kuat.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan

Sebaliknya, Kremlin Rusia pada Selasa (7/12) malam mengeluarkan pernyataan tentang dialog Putin-Biden, dan mengatakan bahwa Washington telah membuat kesalahan dengan menunjukkan semua kesalahan di pihak Rusia dalam krisis Ukraina.

Putin meminta Biden agar Amerika Serikat memberikan jaminan bahwa tidak ada perluasan NATO ke arah perbatasan Rusia, dan pada saat yang sama untuk menghentikan semua tindakan bilateral terkait mengurangi kegiatan misi diplomatik di kedua negara.

Mengingat meningkatnya krisis politik dan militer di Eropa Timur sehubungan dengan meningkatnya klaim dan tuduhan dari Barat, terutama Amerika Serikat, tentang niat Rusia untuk meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina dan membuat persiapan yang diperlukan dalam hal ini, dialog virtual presiden Rusia dan ASiIni sangat penting.

Biden berbicara dengan para pemimpin Eropa pada hari Senin (6/12) untuk mempersiapkan pertemuan dengan Putin, dan mengatakan setelah pertemuan bahwa para pejabat Eropa telah sepakat untuk membentuk "front persatuan" di Ukraina.

Washington juga mengatakan bahwa invasi militer pertama Rusia ke Ukraina pada tahun 2014 telah menyebabkan pengiriman lebih banyak pasukan dan peralatan militer ke Eropa Timur, dan bahwa Amerika Serikat akan bereaksi sama sekarang.

Sumber-sumber intelijen AS mengklaim bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina dalam beberapa bulan ke depan. Karena Rusia telah mengerahkan 175.000 tentara di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina.

Pejabat Ukraina juga mengklaim bahwa Moskow bermaksud untuk meluncurkan serangan pada Januari atau awal Februari 2022.

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan timpalannya dari AS Joe Biden melalui konferensi video pada hari Selasa (07/12/2021), dan keduanya membahas berbagai masalah.

Faktanya, pertemuan virtual ini berfungsi sebagai ultimatum dari Washington ke Moskow tentang segala bentuk agresi terhadap Ukraina dan peringatan serius tentang konsekuensinya, terutama pengenaan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan paling luas terhadap Rusia.

Tentu saja, pemerintah Biden tidak hanya melakukan ini, tetapi juga telah mengambil langkah-langkah praktis untuk mendukung Ukraina, termasuk memberikan bantuan militer dan senjata ratusan juta dolar dan mengadakan latihan bersama dengan militer Ukraina.

Komunitas intelijen Amerika percaya bahwa Putin belum memutuskan untuk melancarkan serangan militer ke Ukraina, dan karenanya peringatan serius Biden dalam hal ini kepada Putin dapat berhasil.

“Diplomasi praktis lumpuh dalam hubungan Rusia dengan Ukraina, NATO, kekuatan utama Uni Eropa, seperti Jerman dan Prancis, dan, sejauh menyangkut Ukraina, dengan Amerika Serikat,” kata Dmitry Trenin, seorang pakar politik.

Terlepas dari kontroversi Barat tentang kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina, dari sudut pandang Moskow, semua tindakan ini sebenarnya adalah perang psikologis dan propaganda untuk menghadirkan citra negatif Rusia dan untuk menciptakan alasan yang diperlukan untuk mengintensifkan tindakan anti-Rusia, terutama dalam dimensi sanksi.

Pada saat yang sama, tindakan NATO sebagai organisasi militer Barat di Eropa menunjukkan pendekatan agresifnya terhadap Rusia, dengan upaya berkelanjutan untuk mengembangkan ke timur dan keanggotaan negara-negara tetangga Rusia di aliasi Barat ini selama dua dekade.

Presiden Rusia, Vladimir Putin dan NATO

Hal ini telah menjadi masalah yang mendapat perhatian utama Moskow di bidang militer dan keamanan, dan kelanjutan proses ini, terutama keanggotaan Ukraina di NATO, telah dinyatakan sebagai garis merah keamanan nasional Rusia.

Permintaan Putin kepada Biden untuk memberikan jaminan agar tidak ada perluasan NATO ke timur juga dapat dijelaskan dalam konteks ini.

Tags