Des 20, 2021 11:05 Asia/Jakarta

Pertemuan luar biasa ke-17 perwakilan-perwakilan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), termasuk Republik Islam Iran, dengan tujuan meninjau perkembangan terkini di Afghanistan, dimulai hari Minggu (19/12/2021), di Islamabad, ibu kota Pakistan.

Sidang luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam di Pakistan patut mendapatkan perhatian dan dicermati dari beberapa hal.

Pertama, negara-negara Islam terus memperhatikan masalah Afghanistan dan berusaha bekerja sama untuk meringankan penderitaan rakyat negara ini.

OKI

Dalam beberapa bulan terakhir, dengan Taliban mengambil alih Afghanistan, masalah negara ini terus bertambah. Sekalipun berbagai lembaga sipil dari kalangan Barat meminta agar membantu situasi ekonomi dan keuangan Afghanistan, masalah dan kesulitan negara tersebut tetap meningkat.

PBB telah berulang kali memperingatkan bencana kemanusiaan di Afghanistan. Dalam keadaan seperti ini, mengadakan pertemuan untuk mengatasi masalah Afghanistan dengan kehadiran perwakilan negara-negara Islam merupakan titik harapan bagi masyarakat Afghanistan untuk menyelesaikan sebagian masalah mereka.

Kedua, pertemuan negara-negara Islam terkait dengan Afghanistan menunjukkan kesatuan dan persatuan dunia Islam untuk memecahkan salah satu tantangan Islam yang paling penting.

Sementara negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, telah mengabaikan krisis kemanusiaan di Afghanistan, komunitas internasional telah menyuarakan keprihatinan tentang bencana kemanusiaan di negara ini.

Dengan mengirimkan perwakilan mereka ke pertemuan Pakistan, negara-negara Islam menunjukkan kerja sama Islam untuk membantu Afghanistan keluar dari krisis saat ini.

Pertemuan luar biasa ke-17 perwakilan-perwakilan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), termasuk Republik Islam Iran, dengan tujuan meninjau perkembangan terkini di Afghanistan, dimulai hari Minggu (19/12/2021), di Islamabad, ibu kota Pakistan.

Ketiga, urgensi pertemuan Pakistan adalah kehadiran perwakilan Taliban.

Meskipun pemerintah Islamabad telah menyatakan bahwa pertemuan tersebut tidak bertujuan untuk mengakui kekuasaan Taliban di Afghanistan, ini adalah kesempatan yang baik bagi kelompok tersebut untuk menanggapi kekhawatiran negara-negara Islam tentang berbagai masalah.

Salah satunya adalah pembentukan pemerintahan yang inklusif dan menghormati hak-hak warga Afghanistan, terutama perempuan. Karena semua ini dapat memfasilitasi kerja sama internasional dengan Taliban.

Ini berarti bahwa negara-negara Islam telah menunjukkan dalam praktik bahwa mereka akan terus menunda mengakui kekuasaan Taliban di Afghanistan demi menghilangkan kekhawatiran mereka tentang masa depan perkembangan di Afghanistan.

Konsekuensinya adalah berlanjutnya masalah Afghanistan dan ketidakmampuan Taliban untuk menyelesaikannya.

Keempat, pertemuan Pakistan tentang Afghanistan adalah posisi Afghanistan sebagai entitas politik dengan simbol dan lambang internasional, termasuk bendera, konstitusi yang jelas, dan bertanggung jawab atas rakyat negara ini, lingkaran regional dan internasional.

Dengan demikian, kehadiran Taliban dengan bendera nasional Afghanistan di pertemuan Islamabad tampaknya menunjukkan penerimaan mereka atas tanggung jawab ini, tetapi yang terpenting, implementasi janji Taliban untuk membentuk pemerintahan inklusif dengan partisipasi semua agama dan aliran politik.

Bendera Afghanistan dan Pakistan

Bagaimanapun, pertemuan Afghanistan dengan upaya Pakistan dapat membuahkan hasil ketika langkah Islamabad tidak dianggap untuk mengkonsolidasikan kehadirannya di Afghanistan. Karena persaingan regional dengan Pakistan, termasuk dari India, untuk memperkuat kehadirannya di Afghanistan telah meningkat baru-baru ini yang tentu saja dapat berdampak negatif terhadap situasi di Afghanistan.

Tags