Des 26, 2021 20:17 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi rudal balistik.
    Ilustrasi rudal balistik.

Seorang senator AS memperingatkan tentang meningkatnya perlombaan senjata di Timur Tengah dan mendesak Arab Saudi untuk menghentikan program rudal balistiknya.

"Laporan bahwa Cina membantu program rudal balistik Arab Saudi sangat mengkhawatirkan, tetapi tidak mengejutkan,” tulis Senator Demokrat Edward Markey di akun Twitternya seperti dilaporkan Newsweek, Sabtu (25/12/2021).

Anggota Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri dan subkomite yang berurusan dengan Timur Tengah ini menuturkan, Kongres harus mengesahkan undang-undang larangan senjata pemusnah massal Saudi usulan saya untuk mencegah program senjata ilegal Saudi, yang dapat memicu perlombaan senjata di kawasan.

Pada April lalu, Senator Edward Markey bersama dengan Jeff Merkley, Joaquin Castro, dan Ted Lieu, memperkenalkan sebuah draf tentang penghentian aktivitas yang terkait dengan pengembangan senjata pemusnah massal.

Rancangan undang-undang ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pengawasan dan mengambil langkah-langkah untuk menghalangi akses ke teknologi sensitif yang dapat membuka jalan bagi Arab Saudi untuk memperoleh senjata nuklir.

CNN melaporkan pada hari Kamis bahwa pejabat intelijen AS percaya bahwa Riyadh—berkat bantuan Beijing—bekerja untuk memproduksi rudal balistiknya sendiri, di mana di masa lalu hanya mengimpornya dari pihak asing.

Beberapa pejabat AS di berbagai lembaga, termasuk Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, telah diberitahu tentang transfer teknologi rudal balistik dari Cina ke Saudi.

Dua tahun lalu, Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengklaim bahwa Riyadh tidak berniat untuk memiliki bom nuklir. Tapi tanpa ragu, jika Iran membuat bom nuklir, kami akan melakukan hal yang sama sesegera mungkin." (RM)

Tags