Jan 01, 2022 12:15 Asia/Jakarta
  • Pertemuan pejabat Taliban dengan delegasi masyarakat Syiah Afghanistan. (dok)
    Pertemuan pejabat Taliban dengan delegasi masyarakat Syiah Afghanistan. (dok)

Partai Keadilan dan Pembangunan Afghanistan menyeru Taliban agar mengakui mazhab Syiah.

Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan Afghanistan, Sayid Jawad Hosseini mengkritik kinerja pemerintah Taliban, terutama terhadap masyarakat Syiah.

"Pemerintahan ini tidak mengakomodasi permintaan masyarakat Syiah, dan para ahli dari mereka tidak dilibatkan di pemerintah," tambahnya seperti dilaporkan TOLO News, Jumat (31/12/2021).

Dia menandaskan masyarakat Syiah Afghanistan menuntut agar mazhab mereka diakui dan Taliban harus mengakui mazhab ini. Saat ini, 25 persen dari populasi Afghanistan bermazhab Syiah.

Menurut Hosseini, eksklusivitas akan meruntuhkan kekuasaan, dan pemerintahan yang baik membutuhkan partisipasi semua etnis dan mazhab di Afghanistan.

Namun, Taliban membantah tidak merangkul kelompok etnis atau mazhab lain dalam pemerintahan. Mereka mengklaim bahwa pemerintah sementara Taliban berkomitmen untuk mendukung semua etnis dan mazhab.

Bilal Karimi, wakil juru bicara Taliban, mengatakan pemerintah Taliban berkomitmen terhadap hak-hak semua orang di Afghanistan. "Masalah mengakui atau tidaknya akan diputuskan setelah undang-undang dasar berlaku," tegasnya.

Sebelumnya, Dewan Ulama Syiah Afghanistan juga meminta Taliban untuk mengakui mazhab Syiah dalam konstitusi baru Afghanistan. (RM)

Tags