Jan 15, 2022 15:22 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
    Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, Amerika Serikat sedang mencoba untuk mengubah Suriah dan Irak menjadi zona perang melawan Iran.

"Kapan AS akan meninggalkan Irak? Irak bukan hanya tidak meminta bantuan AS, tetapi ketika parlemen Irak mengatakan tidak lagi membutuhkan pasukan AS, pasukan ini tidak meninggalkan Irak," kata Lavrov dalam konferensi pers tahunan di Moskow, Jumat (14/1/2022).

Mengenai campur tangan AS dalam hubungan Irak dengan negara lain, menlu Rusia mencatat bahwa ketika Washington meminta Baghdad agar tidak membeli senjata dari Rusia atau menjalin hubungan apa pun dengan Iran atau negara lain, ini merupakan pelanggaran atas hak untuk memilih.

Dia menyatakan harapan bahwa pemilu Irak akan menciptakan stabilitas di negara itu dan juga di kawasan.

Berbicara tentang perkembangan di Suriah, Lavrov menuturkan bahwa tidak ada keraguan bahwa AS tidak akan memutuskan nasib Suriah.

"Amerika, seperti negara lain di dunia, menekankan kepatuhan pada integritas teritorial Republik Arab Suriah, meskipun mereka memperkuat separatisme di bagian timur Sungai Efrat," ungkapnya seperti dilaporkan IRIB.

Pemerintah Damaskus berulang kali mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan, yang mendesak mereka untuk mengakhiri kejahatan koalisi internasional pimpinan AS di Suriah.

Koalisi itu dibentuk oleh Presiden AS waktu itu, Barack Obama, dengan alasan untuk memerangi teroris yang beroperasi di Irak dan Suriah. Padahal, menurut laporan resmi, AS dan sekutunya merupakan pendiri dan pendukung utama kelompok-kelompok teroris, termasuk Daesh. (RM)

Tags