Jan 17, 2022 13:03 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi serangan siber.
    Ilustrasi serangan siber.

Perusahaan Microsoft menyatakan bahwa puluhan sistem komputer yang terkait dengan pemerintah, lembaga, dan organisasi Ukraina telah terinfeksi malware.

"Malware, yang awalnya terdeteksi pada Kamis lalu, menyamar sebagai ransomware, tetapi dapat menginfeksi komputer dan membuatnya tidak dapat dioperasikan jika diaktifkan oleh penyerang," kata Microsoft dalam sebuah rilis seperti dikutip oleh The Hill, Minggu (16/1/2022).

Menurut Microsoft, malware tersebut terdeteksi pada puluhan sistem yang terkena dampak dan jumlah itu dapat bertambah seiring berlanjutnya penyelidikan kami.

"Sistem ini menjangkau beberapa organisasi pemerintah, nirlaba, dan teknologi informasi, semuanya berbasis di Ukraina,” kata perusahaan itu.

Wakil Sekretaris Dewan Nasional dan Pertahanan Ukraina, Serhiy Demedyuk mengatakan, Kiev yakin kelompok peretas yang terhubung dengan intelijen Belarus berada di balik pembobolan situs web pemerintah dan menyebarkan malware.

"Ukraina percaya bahwa sebuah kelompok yang dikenal sebagai UNC1151 menyusup ke dalam aksi pelanggaran ini," tambahnya.

Para pejabat Ukraina sebelumnya mengatakan bukti-bukti menunjukkan bahwa Rusia terlibat dalam serangan siber skala besar.

Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia tidak ada hubungannya dengan serangan siber terhadap situs-situs web pemerintah Ukraina.

Dia menandaskan kami hampir terbiasa dengan fakta bahwa Ukraina menyalahkan segalanya pada Rusia, bahkan cuaca buruk di negara mereka. (RM)

Tags