Jan 17, 2022 14:11 Asia/Jakarta
  • Pasukan Amerika berpatroli di wilayah Suriah.
    Pasukan Amerika berpatroli di wilayah Suriah.

Mantan Duta Besar AS untuk Suriah, James Jeffrey mengungkapkan bahwa kehadiran militer AS di Suriah Selatan bertujuan untuk memutuskan hubungan antara Tehran dan Damaskus.

"Misi kehadiran AS di luar negeri adalah untuk memperkuat kepentingan keamanan Washington dan sekutunya serta untuk mendukung kebijakan luar negeri dengan hadir di negara lain," kata Jeffrey seperti dikutip Klub Jurnalis Muda (YJC) Iran, Minggu (16/1/2022).

Menurut mantan diplomat AS ini, alasan kehadiran pasukan AS di pangkalan al-Tanf (Suriah Selatan) adalah untuk memutuskan hubungan Tehran-Damaskus sehingga Presiden Bashar al-Assad tertekan.

Dia menekankan bahwa selama pasukan AS berada di satu negara, mereka tidak akan mengizinkan kehadiran pasukan dari negara lain, dan AS akan menerapkan prinsip yang persis sama di Suriah.

Sebelumnya, Ron Paul, mantan politisi AS, mengatakan Washington mengaku sedang memerangi Daesh di Suriah, padahal mereka sedang melakukan operasi militer yang justru sejalan dengan tujuan teroris.

Ia mengungkapkan bahwa AS tidak senang dengan dukungan Iran kepada pemerintah Suriah. Oleh karena itu, mereka menduduki beberapa pangkalan di Suriah.

Krisis Suriah dimulai pada 2011 setelah kelompok teroris, yang didukung oleh AS, Turki, Arab Saudi, dan sekutu mereka, mengobarkan perang di negara itu. Aksi ini bertujuan untuk mengubah perimbangan yang menguntungkan Israel. (RM)

Tags