Jan 22, 2022 17:02 Asia/Jakarta
  • Pasukan Ukraina dengan rudal anti-tank, Javelin buatan Amerika Serikat.
    Pasukan Ukraina dengan rudal anti-tank, Javelin buatan Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht mengesampingkan kemungkinan pengiriman senjata dari negaranya ke Ukraina.

Hal itu disampaikan Lambrecht dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Sabtu (22/1/2022), beberapa hari setelah Inggris mulai mengirim senjata anti-tank ke Ukraina.

“Kami harus melakukan segalanya untuk mengurangi eskalasi. Saat ini, pengiriman senjata tidak akan membantu, ada kesepakatan tentang ini di pemerintah Jerman,” kata Lambrecht kepada surat kabar Welt am Sonntag.

“Saya dapat memahami keinginan untuk mendukung Ukraina, dan itulah yang sebenarnya sudah kami lakukan,” tambahnya.

Namun, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock di Berlin pada Jumat, mengklaim bahwa masalah Ukraina lebih besar dari konflik antara dua negara dan lebih besar dari konflik antara Rusia dan NATO.

Oleh karena itu, lanjutnya, AS dan sekutunya di Eropa berfokus pada perkembangan di Ukraina.

Media-media Rusia melaporkan pada hari Sabtu bahwa paket pertama militer AS telah tiba di Kiev, ibu kota Ukraina.

Estonia, Latvia, dan Lithuania menyatakan dalam sebuah statemen bersama pada hari Jumat bahwa mereka siap untuk mengirim rudal anti-tank dan anti-pesawat ke Ukraina jika AS menyetujuinya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan pada hari Kamis bahwa Moskow prihatin dengan tindakan provokatif di timur Ukraina, yang didukung oleh negara-negara Barat. (RM)

Tags