Jan 25, 2022 17:18 Asia/Jakarta
  • Foto Mullah Baradar (tengah).
    Foto Mullah Baradar (tengah).

Sumber-sumber Afghanistan menyatakan bahwa Ahmad Massoud, Amrullah Saleh, dan Salahuddin Rabbani akan bertemu dengan para pejabat tinggi pemerintahan Taliban dalam waktu dekat di Moskow, Rusia.

Ahmad Massoud, putra pemimpin mujahidin Afghanistan, mantan Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh, dijadwalkan bertemu dengan Mullah Baradar, Wakil Perdana Menteri Taliban, dan Mullah Muhammad Yaqoob, Menteri Pertahanan Taliban di Rusia.

Sebuah delegasi Taliban juga melakukan perjalanan ke Norwegia untuk bertemu dengan para pejabat Barat.

Sebelum ini, delegasi Taliban yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Pemerintahan sementara Taliban, Amir Khan Mottaki berkunjung ke Iran untuk bertemu dengan Ismail Khan, seorang pemimpin mujahidin Afghanistan, dan Ahmad Massoud, putra Ahmad Shah Massoud, pahlawan nasional Afghanistan.

Pertemuan Tehran tidak membuahkan hasil karena sikap keras Taliban dalam bekerja sama dengan kelompok-kelompok lain di Afghanistan. Saat ini faksi Mullah Baradar sedang berkonsultasi di Rusia, faksi ini dikenal lebih lunak daripada faksi Mottaki dan Haqqani di kalangan Taliban.

Perlu dicatat bahwa pembicaraan Taliban dengan pihak Barat di Qatar dan Norwegia tidak membuahkan hasil. Sekarang Taliban akan mencoba berkompromi dengan kelompok perlawanan Afghanistan di Moskow dengan maksud menciptakan iklim yang lebih baik bagi kelangsungan pemerintahannya di Afghanistan.

Ahmad Massoud (tengah).

Jika dugaan ini benar, maka dapat dikatakan bahwa Taliban telah memilih cara yang lebih sederhana dan lebih baik untuk mengurangi tekanan domestik dan internasional.

Peer Mohammad Mullazahi, seorang pakar Afghanistan, mengatakan pengalaman menunjukkan bahwa satu-satunya solusi untuk krisis Afghanistan adalah dialog intra-Afghan. Sebuah isu yang menjadi harapan historis bagi rakyat Afghanistan untuk mencapai perdamaian abadi.

Selama dua dekade pendudukan Afghanistan, pihak Barat menunjukkan bahwa mereka hanya memikirkan kepentingannya sendiri, sementara rakyat Afghanistan tidak penting dalam kebijakan regional Amerika Serikat.

Taliban baru-baru ini mencapai kesimpulan bahwa AS tidak ingin membantu menyelesaikan masalah Afghanistan. Dengan memblokir aset milik Afghanistan, AS secara praktis telah menerapkan kebijakan tekanan maksimum terhadap Taliban agar kelompok ini menerima tuntutan-tuntutan Washington.

Nozar Shafiei, seorang pengamat politik, menuturkan bahwa segala bentuk kepercayaan pada Barat di Afghanistan akan menjadi sebuah kesalahan besar, dan AS telah membuktikannya dari perilakunya di Afghanistan.

Namun, dalam empat dekade terakhir, Afghanistan telah menyaksikan beberapa sistem politik yang gagal membantu menyelesaikan krisis secara politik di negara itu dan membangun persatuan nasional. Taliban sekarang telah menemukan kesempatan historis lain untuk mencapai tujuan tersebut, yang sangat diharapkan oleh rakyat Afghanistan. (RM)

Tags